Waspada TB, Pembunuh Sadis yang Tak Kenal Kaya atau Miskin

Sebagian orang mungkin menganggap TB hanya menyerang orang miskin. Salah.

Waspada TB, Pembunuh Sadis yang Tak Kenal Kaya atau Miskin
Tribun Bali/ Istimewa
Ilustrasi TBC

TRIBUN-BALI.COM - SETIAP tahun tidak kurang dari 100.000-an orang terbunuh di Indonesia. Pembunuhnya bukan teroris tetapi "makhluk halus" yang amat kejam.

Bukan cuma halus, dia malah teramat lembut, sangat kecil, tidak kelihatan mata. Namanya Tibi, lengkapnya Mycobacterium tuberculosis – penyebab infeksi TB (atau TBC) yang secara diam-diam dan senyap menggerogoti paru-paru dan organ tubuh lain anak-anak dan orang dewasa di kota dan desa, sehingga mereka meninggal sia-sia.

Gawatnya lagi, sebelum meninggal, selama setahun biasanya korban dapat menulari 10 sampai 15 orang lain yang berada di sekitarnya.

Sudah lama sebenarnya Indonesia dan banyak negara berkembang lain menjadi tempat Tibi menggali kuburan jutaan orang.

Baca: Kenali HIV dan TBC Lebih Dekat

Baca: Mencegah Obesitas Hingga Penyakit Jantung, Ini Berbagai Khasiat Bawang Merah

Angka 100.000 per tahun di atas merupakan kalkulasi logis, mengingat bahwa pada tahun 2016, sebagaimana ditulis Kompas Januari 2018, terdapat 274 kasus kematian per hari di Indonesia.

Bila data pada 2019 memperhitungkan bahwa angka kematian akibat tuberkulosis di Indonesia adalah 40/100.000 populasi, berarti dengan populasi 267-an juta penduduk, ancaman kematian itu pada 2019 ini paling sedikit akan menimpa sekitar 106.800 jiwa.

Data yang ada memang mesti terus diuji ulang dan diverifikasi sebab data dari sebuah sumber bisa tidak sinkron dengan data dari sumber lain.

Misalnya, menurut situs Kementerian Kesehatan bertanggal Maret 2018, berdasarkan laporan WHO 2017 diperkirakan ada 1.020.000 kasus TB di Indonesia.

Namun (sayangnya), yang terlaporkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 420.000 kasus.

Bagaimanapun, yang penting adalah bahwa di dunia sendiri saat ini, menurut Wikipedia, diperkirakan seperempat penduduk dunia terinfeksi TB, dan itu terus bertambah, sebab setiap tahun terjadi infeksi baru pada sekitar satu prosen penduduk dunia.

Baca: 4 Nyeri Punggung Ini Kerap Diremehkan, Padahal Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya

Baca: Cuci Tangan dengan Benar atau 4 Penyakit Ini Akan Menyerang Tubuhmu

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved