WIKI BALI

TRIBUN WIKI - 9 Tari Bali Ini Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO

Sembilan tari tradisi Bali ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia berdasarkan hasil sidang UNESCO di Namibia, Afrika pada 2 Desember 2015

TRIBUN WIKI - 9 Tari Bali Ini Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Sejumlah penari membawakan tari Rejang sebelum melaksanakan upacara mecaru di Desa Pakraman Kesiman, Denpasar, Bali, Minggu (9/8/2015). Upacara ini dilakukan untuk menyucikan wilayah desa dari hal-hal negatif yang telah terjadi pascakasus pembunuhan Engeline beberapa waktu lalu. 

Dramatari Gambuh adalah tari dasar hampir seluruh tari-tarian yang ada di Bali.

Dramatari Gambuh sangat erat hubungannya dengan pelaksanaan upacara-upacara besar, terutama di tingkatan upacara mapeselang.

Tarian Gambuh ditarikan pada waktu Ida Bhatara turun ke paselang.

Baca: Lama Tanpa Status, Muncul Wacana Jadikan Rejang Renteng Sebagai Tari Wali

Baca: Gambelan Akan Diajukan Sebagai Warisan Tak Benda ke UNESCO

Pada umumnya fungsi Gambuh adalah sebagai Tari Bebali (seremonial), yaitu sebagai pengiring upacara di pura-pura.

Dramatari Gambuh sebagai tari lakon klasik tertua dalam khazanah tari Bali adalah merupakan bentuk total teater yang memiliki unsur seni, drama, musik, dialog, dan tembang.

6. Topeng Sidhakarya

Topeng Sidhakaryabiasanya ditarikan di akhir, menyimbolkan bahwa tari sakral telah selesai.

Dalam sebuah hajatan ritual keagamaan tradisi Hindu (Bali), merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan runtutan upacara sebagai pelengkap guna mendapatkan keyakinan dalam pencapaian ke arah kesempurnaan suksesnya sebuah yadnya.

7. Tari Baris Upacara

Baris Upacara adalah merupakan tari-tarian yang pada umumnya tidak memiliki lakon (lelampan) atau ceritera.

Umumnya Tari Baris Upacara dipergunakan atau ditarikan untuk Dewa Yadnya.

Tari Baris Upacara sebagai penunjang upacara Dewa Yadnya ini banyak jenisnya.

Biasanya pada upacara ini, Tari Baris Upacara merupakan simbol widyadara, apsara sebagai pengawal Ida Betara Sesuhunan turun ke dunia pada saat piodalan (odalan) di pura bersangkutan dan berfungsi pula sebagai pemendak (penyambut) kedatangan para dewa.

8. Tari Sanghyang Dedari

Sanghyang Dedari merupakan salah satu jenis Tari Sanghyang. Tari sakral Sanghyang adalah sebuah tari kerauhan yang ditarikan dalam kondisi kesurupan.

Tari ini memiliki tujuan mistis, tidak ditampilkan di depan umum, ditarikan untuk melindungi desa dari wabah penyakit, bencana alam, dan sebagainya.

Tarian ini merupakan tari tinggalan kebudayaan pra-Hindhu yang ditarikan oleh dua gadis yang masih suci.

Tarian ini tidak diiringi oleh instrumen musik, melainkan iringan beberapa orang menyanyikan lagu persembahan kepada Dewa.

9. Tari Rejang

Sebanyak 1.500 penari saat membawakan Tari Rejang massal dalam pembukaan Nusa Penida Festival 2017 di Nusa Lembongan,Bali, Rabu (6/12/2017).
Sebanyak 1.500 penari saat membawakan Tari Rejang massal dalam pembukaan Nusa Penida Festival 2017 di Nusa Lembongan,Bali, Rabu (6/12/2017). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Rejang adalah tari upacara keagamaan yang diadakan di Pura, merajan atau sanggah.

Berdasarkan koreografinya, tarian ini tidak begitu terkait pada pedum karang seperti tarian lainnya.

Tarian ini bersifat fleksibel, menyesuaikan situasi dan kondisi, khususnya pada upacara Pangider Buana, para penari mengitari sajen berputar-putar mengikuti purwa daksina. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved