Mertha Berharap, Dalam Melaksanakan Tugasnya Pecalang Harus Mendapat Perlindungan Hukum

Perlindungan hukum itu bisa diatur di dalam Raperda Desa Adat sehingga nantinya ketika pecalang menjalankan tugas tidak ditangkap oleh polisi.

Mertha Berharap, Dalam Melaksanakan Tugasnya Pecalang Harus Mendapat Perlindungan Hukum
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Pertemuan antara Pansus Raperda Desa Adat DPRD Bali dengan perwakilan pecalang se-Bali di Wantilan Gedung DPRD Bali, Senin (25/3/2019) pagi. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR –Pecalang sebagai salah satu organisasi yang bernaung di bawah desa adat memiliki tugas berat berupa mengatur ketentraman masyarakat adat.

Terlebih saat ini tugas pecalang akan bertambah lagi karena bukan saja akan mengatur warga desa adat, tetapi juga krama tamiu dan tamiu sesuai dengan aturan di Raperda Desa Adat yang tengah disusun oleh DPRD Bali.

Direktur Eksekutif Paiketan Krama Bali, I Nyoman Mertha mengharapkan bahwa pecalang ini dalam melaksanakan tugasnya harus mendapatkan perlindungan hukum.

Perlindungan hukum itu bisa diatur di dalam Raperda Desa Adat sehingga nantinya ketika pecalang menjalankan tugas tidak ditangkap oleh polisi.

Hal ini Mertha usulkan karena berkaca dari kerjadian beberapa bulan lalu, dengan adanya pecalang yang terkena operasi tangkat tangan (OTT) oleh pihak Polda Bali.

Baca: Desa Adat Sulit Rekrut Pecalang karena Dapat Tugas Berat, Pemberian Gaji Dinilai Menjadi Solusi

Baca: Dinilai Memiliki Tugas Berat, Pecalang Se-Bali Diusulkan Dapat Gaji dari Pemerintah

Sehingga dalam menjalankan tugasnya dia betul-betul mempunyai power, mempunyai kepastian bahwa dia sudah dilindungi oleh undang-undang,” jelasnya.

Hal itu Mertha sampaikan saat ditemui Tribun Bali usai pertemuan antara Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Desa Adat DPRD Bali dengan perwakilan pecalang se-Bali di Wantilan Gedung DPRD Bali, Senin (25/3/2019) pagi.

Pertemuan tersebut sebagai upaya Pansus Raperda Desa Adat dalam menyosialisasikan raperda yang tengah disusunnya.

Baca: Mengundang Para Ahli, PLN Adakan Cirge International Confrence Selama 5 Hari

Baca: Para Pemuda Lokal Jadi Pemandu Foto Prewedding di Tukad Unda, Dibayar Sukarela

Selain diundang untuk menerima sosialisasi, para pecalang juga dipersilakan memberikan masukan atas Raperda tersebut.

Mereka juga diberikan pemahaman mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat oleh pihak kepolisian dan penanganan pertama pada kecelakaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud).

Pertemuan tersebut diikuti oleh perwakilan pecalang se-Bali sekitar 300 orang. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved