Pertegas Sesana Pecalang, Pansus Raperda Desa Adat Undang, Pecalang, Polisi dan Akademisi

Pansus Raperda Desa Adat DPRD Bali menghadirkan pecalang se-Bali dalam rangka menghimpun masukan terkait pembahasan Raperda tentang desa adat.

Pertegas Sesana Pecalang, Pansus Raperda Desa Adat Undang, Pecalang, Polisi dan Akademisi
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana pembahasan Raperda desa adat dengan mengundang pecalang, pihak kepolisian dan Akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di Wantilan Kantor DPRD Bali, Senin (25/3/2019). Pada kesempatan itu mempertegas sesana pecalang dalam Kamtibmas di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pansus Raperda Desa Adat DPRD Bali menghadirkan pecalang se-Bali dalam rangka menghimpun masukan terkait pembahasan Raperda tentang desa adat.

Dalam kesempatan itu, Pansus juga mengundang pihak kepolisian dan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana untuk memberikan sosialisasi kepada 300-an pecalang yang hadir di Wantilan Kantor DPRD Bali, Senin (25/3/2019).

Ketua Pansus Raperda Desa adat, Nyoman Parta menjelaskan pihaknya mengundang beberapa pihak dalam rangka memberikan sosialisasi kepada pecalang se-Bali yaitu pertama, mengundang pihak Polda Bali karena sesana (tugas) pecalang sangat berkaitan dengan tugas Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Kedua, mengundang pihak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana, karena dalam pembahasan Raperda desa adat, khusus tentang pecalang, banyak ada masukan agar pecalang diberikan informasi tentang pertolongan pertama.

Baca: Desa Adat Sulit Rekrut Pecalang karena Dapat Tugas Berat, Pemberian Gaji Dinilai Menjadi Solusi

Baca: Dinilai Memiliki Tugas Berat, Pecalang Se-Bali Diusulkan Dapat Gaji dari Pemerintah

Lebih lanjut dikatakannya, ada beberapa pengalaman dalam penanganan urusan peristiwa-peristiwa yang diakibatkan dari persoalan ritual maupun persoalan kebencanaan di desa adat.

“Misalnya ada rumah terbakar, kalau pecalang-nya sigap dan bisa melakukan tindakan pertama terhadap korban, maka peluangnya sembuh dan meminimalisir luka bakar itu ternyata dampaknya besar. Begitu juga di sebuah pura terjadi kerauhan, ada yang terluka, kalau pecalang sigap maka dia bisa diselamatkan,” kata Parta.

Adapun tujuan mengundang pecalang se-Bali adalah karena DPRD Bali bersama eksekutif sedang membahas Raperda tentang desa adat sebagai pengganti Perda desa pakraman yang berusia sekitar 18 tahun.

Parta menyampaikan, dalam isi Perda tentang desa adat mencantumkan tentang lembaga adat.

Pertama, tentang paiketan pemangku, yang bisa disebut paiketan pemangku adalah pemangku yang diakui oleh desa adat dan pemangku Pura Dadia.

Baca: Pecalang Se-Bali Bakal Diberi Pengetahuan Kamtibmas untuk Bantu Cegah Kriminalitas di Desa Adat

Baca: Pecalang Diimbau Tak Bertindak Arogan dan Harus Mengedepankan Nilai Luhur Adat Bali

Dengan diatur dalam perda, maka desa dinas, Pemerintah Kabupaten dan Provinsi bisa memberi bantuan pada pemangku.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved