Vaksinasi Rabies Massal di Bangli Masih Dibawah 15 Persen, 32 Desa Masuk Zona Merah

Vaksinasi massal yang semula diperkirakan baru berjalan akhir Maret lantaran terkendala soal vaksin, akhirnya dilaksanakan

Vaksinasi Rabies Massal di Bangli Masih Dibawah 15 Persen, 32 Desa Masuk Zona Merah
Istimewa/Dinas PKP Bangli
Petugas Dinas PKP Bangli saat melakukan vaksinasi massal di wilayah Desa Tembuku, Bangli, Jumat (22/3/2019). 

Selan anjing, kata Sukartana, petugas juga melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharan lain yang berpotensi menularkan rabies (HPR) seperti 64 ekor kucing, dan 6 ekor monyet.

Sukartana menambahkan, saat pelaksanaan vaksinasi beberapa hewan peliharaan juga terpaksa dieliminasi. Ini dikarenakan, petugas mendapat laporan bahwa dihari itu mendapati kasus gigitan anjing.

“Terdata ada 37 ekor anjing yang terpaksa dieliminasi. Tindakan ini dilakukan ketika ada permintaan langsung dari dusun, disamping itu jika kebetulan ditemukan kasus gigitan saat kami melakukan vaksinasi,” katanya.

Sementara disinggung terkait potensi tertularnya rabies pada anjing kintamani, Sukartana mengaku hingga saat ini belum tampak adanya potensi itu.

Ditegaskan untuk melindungi anjing kintamani berbagai upaya dilakukan pemerintah sehingga anjing yang juga merupakan ikon khas Bangli ini aman dari ancaman rabies.

“Astungkara anjing Kintamani hingga saat ini masih aman dari serangan virus rabies,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved