WNA Rusia Pelaku Penyelundupan Anak Orangutan Akui Hendak Menjual Kembali di Negaranya

WNA Rusia Pelaku Penyelundupan Anak Orangutan Akui Hendak Menjual Kembali di Negaranya

WNA Rusia Pelaku Penyelundupan Anak Orangutan Akui Hendak Menjual Kembali di Negaranya
(BKSDA/Ist).
Orang Utan diamankan Aiport Security Screening Ngurah Rai Airport sekitar pukul 23.00 WITA malam tadi dan kini sudah dievakuasi ke BKSDA Bali. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dua hari setelah penggagalan penyelundupan seekor anak orang utan berusia kurang lebih dua tahun yang dilakukan oleh ZA WNA asal Rusia, kini pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka ZA menyimpan memiliki dan memelihara satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Serta mengeluarkan satwa yang dilindungi tersebut dari Indonesia.

“Sesuai Pasal yang diatur dalam pasal 21 ayat 2 huruf a dan c UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi dan sumber daya hayati. Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta,” ungkap Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, Senin (25/3/2019) di Ruang Rapat Jepun Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura I Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Dari pengakuan pelaku anak orangutan ini di belinya di Jawa dari seseorang yang tidak dikenalnya di pasar gelap. Terhadap penjual tersebut masih dilakukan penyelidikan identitasnya.

“Kita masih lakukan penyelidikan terhadap asal barang tersebut. Kalau kita dapatkan penjualnya kita akan ungkap dan proses lebih lanjut,” tambahnya.

Selain itu menurut Kombes Pol Ruddi hasil pemeriksaan terhadap pelaku dan pengakuannya, anak orangutan ini akan dibawa ke Rusia guna di jual kembali. “Ia bawa itu (anak orangutan) ke luar negeri mau dijual lagi. Dan kita sudah berkoordinasi dengan Konsulat Rusia mengenai pengungkapan kasus ini,” tuturnya.

Hadir dalam press conference ini General Manager Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali Haruman Sulaksono, Kepala Balai Karantina Pertanian kelas I Denpasar Drh. Putu Terunanegara, Kepala Balai KSDA Bali Budhi Kurniawan dan stakeholder lainnya.

Haruman Sulaksono menyampaikan pengungkapan penggagalan penyelundupan seekor anak orangutan ini merupakan sinergitas dari Bandar Udara dengan Balai Karantina serta BKSDA Bali.

Pihaknya sebagai operator penyelenggara Bandar Udara khususnya Aviation Security (AvSec) dipersiapkan pertama untuk mencegah atau menyelamatkan kegiatan penerbangan dari segala sesuatu yang mengancam keselamatan penerbangan.

Kedua menyelamatkan barang baik tanaman maupun satwa dilindungi UU yang akan diselundupkan dibawa ke luar Negeri.

Dan pada tanggal 22 Maret 2019 kemarin AvSec Bandara mendapati hasil pemeriksaan X-Ray didapati barang mencurigakan seperti satwa sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Balai Karantina yang berwenang menanganinya.

Saat ini anak orangutan tersebut dititipkan oleh BKSDA Bali kepada Bali Safari & Marine Park untuk proses pemulihan dan perawatan lebih lanjut.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved