Video Detik-Detik Gunung Kapur Sadeng Longsor Saat Pekerja Ada di lokasi, Ini Fakta Dan Kronologinya

Gunung Kapur Sadeng longsor pada Senin pagi pukul 07.45 WIB saat pekerja berada di lokasi.

Video Detik-Detik Gunung Kapur Sadeng Longsor Saat Pekerja Ada di lokasi, Ini Fakta Dan Kronologinya
Capture Yuni Rusmini
Fakta longsornya Gunung Kapur Sadeng di Jember, kronologi hingga penyebabnya. 

TRIBUN-BALI.COM - Fakta longsornya Gunung Kapur Sadeng di Jember, kronologi hingga dua korban mendapat perawatan intensif.

Gunung Kapur Sadeng di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur longsor pada Senin (25/3/2019).

Longsornya Gunung Kapur Sadeng di Jember ini viral di media sosial.

Dilansir Surya.co.id, video detik-detik longsornya Gunung Kapur Sadeng ini diunggah pengguna Facebook bernama Febriando Ndo di grup Info Warga Jember.

Dirangkum Tribunnews dari berbagi sumber, berikut fakta longsornya Gunung Kapur Sadeng di Jember.

1. Kronologi Gunung Kapur Sadeng longsor

Dikutip dari Surya.co.id, Gunung Kapur Sadeng longsor pada Senin pagi pukul 07.45 WIB saat pekerja berada di lokasi.

Tebing yang longsor sepanjang 50 meter tersebut diketahui lahan pertambangan milik sebuah CV.

CV ini dikenal menambang batu mangaan yang berada di lapisan bawah gunung kapur tersebut.

Kapolsek Puger AKP Sudaryanto mengungkapkan saat longsor terjadi pekerja tengah bersiap-siap melakukan tugas mereka.

Namun, beberapa dari 15 pekerja tersebut ternyata terkena dampak longsor Gunung Kapur Sadeng.

2. Viral di media sosial

Kabar longsornya Gunung Kapur Sadeng di Jember menjadi viral setelah videonya diunggah ke media sosial Facebook Info Warga Jember oleh pengguna Febriando Ndo pada Senin (25/3/2019) kemarin.

Video detik-detik longsornya Gunung Kapur Sadeng tersebut diunggah pada Senin pagi pukul 09.30 WIB.

"Innalillahi...Gunung Sadeng Puger longsor. Mudah2 kita dilindungi oleh Allah SWT, Amiinn," tulis Febriando Ndo dalam unggahannya, seperti dilansir Surya.co.id.

3. Satu korban masih dalam pencarian

Hingga Selasa (26/3/2019), pencarian terhadap satu korban akibat Gunung Kapur Sadeng longsor di Jember masih dilakukan.

Korban atas nama Sucipto diketahui sempat berlari menjauh dari tebing saat longsot terjadi.

Namun, ia sempat berhenti karena kakinya terkena duri.

Dikutip dari Surya.co.id, hal tersebut diungkapkan saudara Sucipto yang saat itu juga berlari menyelamatkan diri.

"Setelah dilakukan pencarian ternyata Sucipto tidak ditemukan," kata Kapolsek Puger AKP Sudaryanto, Senin (25/3/2019).

4. Dua korban dirawat intensif

Dua korban Gunung Kapur Sadeng di Jember, Ahmed Samosir (25) dan M Nurhasan (31) saat ini tengah mendapat perawatan intensif.

Keduanya diketahui tengah dirawat di Klinik Pratama Graha Puger Sehat, Jember.

Ahmed dan Nurhasan mengalami luka di bagian kaki serta tangan karena tertimpa batu kapur.

Dilansir Kompas TV, mereka juga mengalami gangguan pernapasan.

Pasalnya kedua korban menghirup debu terlalu banyak saat longsor terjadi.

Saat longsor terjadi kedua korban dan 13 pekerja lainnya tengah membersihkan serta merapikan peralatan.

5. Penyebab Gunung Kapur Sadeng longsor

Kapolsek Puger AKP Sudaryanto mengungkapkan penyebab Gunung Kapur Sadeng longsor adalah karena di atas tebing sudah ada retakan.

Kemungkinan longsor terjadi karena gunung kerap terguyur hujan.

Hingga menyebabkan retakan di atas tebing longsor.

Sudaryanto sendiri belim bisa memeriksa pihak terkait saat ditanya apakah ada unsur kelalaian yang menyebabkan Gunung Kapur Sadeng longsor.

"Apakah ada unsur kelalaian masih belum kami periksa kesana karena fokus kami masih pencarian. Memang untuk surat izin perusahaan sudah mati dan sedang diurus ke instansi terkait," jelas Sudaryanto, Senin (25/3/2019), pada Surya.co.id.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta Longsornya Gunung Kapur Sadeng di Jember, Simak Kronologi hingga Penyebabnya

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved