Diduga Tilep Dana Hibah Bantuan Sapi, Suwecana Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Suweca dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait dana hibah bantuan sapi dari Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2018

Diduga Tilep Dana Hibah Bantuan Sapi, Suwecana Dituntut 3,5 Tahun Penjara
Tribun Bali/Putu Candra
I Made Suweca usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar pada Selasa (26/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Usai berdiskusi dengan penasihat hukumnya, terdakwa I Made Suweca (40) akan mengajukan pembelaan (pledoi) lisan. Sedangkan penasihat hukumnya yakni Dody Arta Kariawan akan mengajukan pembelaan tertulis.

Di persidangan Pengadilan Tipikor, Denpasar, Selasa (26/3/2019) jaksa menuntut Suweca penjara tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun). 

Suweca dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait dana hibah bantuan sapi dari Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2018 yang merugikan keuangan negara Rp 127 juta lebih.

"Terimakasih Yang Mulia. Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa akan menanggapi lisan. Saya juga akan menanggapi melalui pembelaan secara tertulis," ucap Dody Arta Kariawan kepada majelis hakim pimpinan Engeliky Handajani Day.

Namun pembelaan yang diajukan tersendiri oleh terdakwa dan penasihat hukumnya akan digelar pada sidang pekan depan.

"Baik sidang kita tunda sampai minggu depan. Sidang minggu depan mendengarkan pembelaan lisan dari terdakwa dan tertulis dari penasihat hukumnya," ujar Hakim Ketua Engeliky.

Dalam pembacaan surat tuntutan oleh Jaksa Luh Heny F Rahayu dan Jaksa Ni Putu Windari Suli, terdakwa Suweca dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan subsidair.

Disebutkan, bahwa terdakwa bertujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi.

Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara.

"Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Made Suweca dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun), dikurangi selama menjalani tahanan sementara. Dengan perintah tetap ditahan," tegas Jaksa Ni Putu Windari Suli.

Selain dituntut pidana badan, Suweca dihukum membayar denda Rp 50 juta, subsidair tiga bulan kurungan.

Pula, ia diwajibkan membayar uang pengganti Rp 127.350.000.

Dengan ketentuan jika tidak membayar paling lama sebulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa dapat disita.

Dalam hal ini jika harta benda tidak mencukup, maka diganti dengan pidana penjara selama setahun. (*) 

Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved