Timnas U23

Gagal di Kualifikasi Piala Asia U23, Begini Keputusan PSSI Terhadap Nasib Indra Sjafri

Timnas U-23 Indonesia menang 2-1 Brunei Darussalam pada laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Selasa (26/3/2019).

Gagal di Kualifikasi Piala Asia U23, Begini Keputusan PSSI Terhadap Nasib Indra Sjafri
Tribun Bali/Rizal Fanany
KALUNGAN BUNGA - Pelatih Timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri mendapat pengalungan bunga saat tiba di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUN-BALI.COM - Timnas U-23 Indonesia menang 2-1 Brunei Darussalam pada laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 Selasa (26/3/2019).

Dua gol timnas U-23 Indonesia di Stadion Nasional My Dinh, Vietnam, dicetak oleh Dimas Drajad (30') dan Rafi Syarahil (76').

Baca: Belum Dapatkan Lawan, Stefano Cugurra Beri Sinyal Bali United Uji Coba Kontra Tim Liga 1 ini,

Baca: Perasaan Spaso Setelah Kembali Cetak Gol Bagi Timnas dan Komentar Stefano Cugurra

Sedangkan satu gol balasan dari Brunei Darussalam diciptakan oleh Azim Izamuddin Suhaimi (penalti 83').

Pelatih timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri, memasang enam pemain yang sebelumnya belum pernah menjadi starting XI pada dua laga sebelumnya.

Keenam pemain itu, yakni Muhammad Riyandi (kiper), dua bek sayap Fredyan Wahyu dan Samuel Christianson, dua gelandang Hanif Sjahbandi dan Rafi Syarahil, serta Dimas Drajad (striker).

Timnas U-23 Indonesia baru bisa mencetak gol pada menit ke-30 melalui Dimas Drajad. Dimas sukses memanfaatkan umpan dari Witan Sulaiman yang sukses mengelabuhi kiper lawan.

Keunggulan 1-0 Indonesia atas Brunei menutup jalannya pertandingan babak pertama. Memasuki babak kedua, Indra Sjafri mencoba menambah daya serang dengan memasukkan Egy Maulana Vikri.

Garuda Muda menambah keunggulan melalui gol Rafi Syarahil pada menit ke-76. Tendangan jarak jauh Rafi sukses meluncur ke sisi kiri gawang Brunei yang dikawal oleh Haimie.

Pada menit ke-83, Brunei akhirnya menipiskan ketertinggalan melalui eksekusi penalti Azim. Azim sukses membobol gawang timnas U-23 Indonesia dikawal oleh Dimas Drajad.

Dimas menjadi kiper dadakan lantaran Muhammad Riyandi mendapatkan hukuman kartu merah (dua kali kartu kuning dalam satu rangkaian peristiwa penalti itu) dari wasit.

Bermain dengan sepuluh pemain, plus kiper dadakan, membuat Garuda Muda tampil tertekan di sisa pertandingan. Skor bahkan nyaris berakhir imbang andai Dimas tak menepis sepakan penalti kedua dari Nazir yang terjadi pada penghujung laga. Pertandingan pada akhirnya ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan timnas U-23 Indonesia atas Brunei Darussalam.

Meski menang, Indonesia dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Skuat asuhan Indra Sjafri harus puas di peringkat ketiga klasemen grup K dengan koleksi tiga poin dari tiga laga yang dijalani.

“Ini jadi bahan evaluasi pelatih Indra Sjafri ke depan. Dia kan mau menyiapkan tim lagi buat SEA Games. Jadi, harus segera diperbaiki. Kami tidak tahu masalah sebenarnya apa, apakah masalah mental atau mungkin masalah teknis. Yang jelas, kami terkejut melihat penampilan Timnas kemarin,” ujar anggota Komite Eksekutif PSSI Yoyok Sukawi, Selasa (26/3).

Tahun ini, Indra memang ditugaskan untuk menangani Timnas dalam tiga ajang berbeda, yakni Piala AFF U-22, Kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2019, yang juga diperkuat pemain di bawah usia 23 tahun. PSSI berharap Timnas U-23 bisa tampil lebih baik di ajang terakhir yang digelar pada Desember 2019.

“Kalau kami bicara evaluasi, pergantian pelatih terlalu dini. Jadi saya rasa lebih baik kami fokus mendengarkan coach Indra Sjafri, ini kenapa tim seperti ini, itu yang utama. Coach Indra mungkin tahu masalahnya bisa juga. Kami perbaiki lagi,” kata Yoyok. (*)

Penulis: Kambali
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved