16 Napi Pelaku Kericuhan di Lapastik Bangli Dilayar ke Lapas Nusakambangan

Dengan tangan dan kaki yang dirantai, 26 narapidana kasus narkotika dilayar ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan

16 Napi Pelaku Kericuhan di Lapastik Bangli Dilayar ke Lapas Nusakambangan
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
DIBORGOL - Sejumlah narapidana Lapastik Bangli keluar dari mobil dalmas lalu berjalan menuju bus untuk diberangkatkan ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah. Rabu (27/3/2019) sore. 

Sedangkan disinggung terkait high risk yang dimaksud, Sujonggo menyontohkan layaknya anak sekolah.

“Kalau anak sekolah tidak naik kelas tiga kali berturut-turut itu kan sudah kebangetan, dan perlu les khusus,” ungkapnya.

Baca: Gading Marten Hanya Tersenyum, Enggan Beri Alasan Nangis Saat Nyanyi Pergilah Kasih

Baca: VOUK Hotel & Suites Hotel Pertama di Bali Menerima Sertifikasi dari PT Garuda Sertifikasi Indonesia

Kepala Lapastik Bangli, Arif Rahman menambahkan, maksud high risk tersebut adalah narapidana yang beresiko tinggi mengganggu keamanan dan ketertiban, seperti teroris maupun bandar narkoba.

Sedangkan masa hukuman dari 16 narapidana di Lapas Narkoba yang terletak di Banjar Buungan, Desa Tiga, Susut, ini, Arif Rahman mengatakan rata-rata memiliki masa hukuman di atas 8 tahun, dan memiliki sisa pidana lebih dari 5 tahun.

Arif Rahman juga mengatakan seluruh narapidana lapastik yang dilayar merupakan pelaku yang sempat membuat kericuhan, dengan melakukan pengeroyokan terhadap dua orang narapidana lain di dalam lapas pada Kamis (14/2/2019) dan Jumat (15/2/2019) lalu.

“Pasca pengeroyokan itu mereka kami titipkan ke lapas di kabupaten lain, dan tadi pagi (kemarin, red) kami ambil kembali ke Lapastik. Jadi di sini merupakan transit dan start awal seluruh narapidana itu dari lapastik,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved