MotoGP

Ducati Menghadapi Tantangan Berat di GP Argentina, Andrea Dovizioso Penuh Percaya Diri

Pebalap Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso menuju ke Argentina berbekal kepercayaan diri usai memenangi duel klasik dengan Marc Marquez

Ducati Menghadapi Tantangan Berat di GP Argentina, Andrea Dovizioso Penuh Percaya Diri
twittermotogp
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, berhasil menjadi pemenang balapan MotoGP Malaysia 2018, Minggu (4/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM - Pebalap LCR Honda Castrol Cal Crutchlow akan berusaha mengulangi kesuksesannya pada musim lalu di balapan GP Argentina yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo akhir pekan ini.

Usai pulih dari cedera pergelangan kaki yang ia dapat di Australia pada akhir musim lalu, pebalap asal Inggris itu kembali dengan kejutan dengan finis ketiga, menjadi podium ke-17 selama karirnya, di seri pembuka di Qatar.

Kemudian di Rio Hondo, Crutchlow meraih kemenangan dramatis setelah start dari P10 di balapan dengan cuaca yang tidak menentu tahun lalu.

Dari lima kali balapan di sana, pebalap berusia 33 tahun itu mengenal baik aspal trek Rio Hondo setelah tiga kali naik podium. Dua podium lainnya didapatnya ketika finis ketiga pada 2015 dan 2017.

Baca: Terungkap Sindikat Perdagangan Komodo ke Luar Negeri, Pihak-pihak ini Diduga Kuat Terlibat

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini 28 Maret 2019: Hari Baik Menanti Pisces, Taurus Super Sibuk

Baca: 16 Napi Pelaku Kericuhan di Lapastik Bangli Dilayar ke Lapas Nusakambangan

Sementara itu,pebalap Mission Winnow Ducati Andrea Dovizioso menuju ke Argentina berbekal kepercayaan diri usai memenangi duel klasik dengan Marc Marquez (R epsol Honda) di Qatar.

Namun pebalap asal Italia itu tidak mau terlena karena pengalaman mengajarkan jika motor Ducati kurang begitu cocok dengan sirkuit Termas de Rio Hondo.

"Kami mengawali kejuaraan dunia ini dengan sebaik mungkin dengan kemenangan di Qatar," kata Dovizioso seperti dikutip laman resmi MotoGP pada Kamis (28/3/2019).

"Tapi musim masih panjang dan pengalaman mengajari kami jika kami tidak boleh lengah," katanya.

Dovi cukup berjuang keras di Argentina sejak balapan itu kembali menjadi kalender tetap Moto GP pada 2014. Pebalap berusia 33 tahun itu hanya sekali finis di dalam peringkat lima besar, kala itu dia finis runner-up di belakang Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) pada 2015.

"Basis kami bagus, kami bekerja baik dan di Losail kami bisa mengeluarkan hampir seluruh kekuatan kami, khususnya di kecepatan puncak dan akselerasi, tapi kami masih harus meningkatkan performa tengah kami di tikungan," kata Dovi.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved