H-20 Pemilu, 22 Ribu Penduduk Wajib E-KTP di Denpasar Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

20 hari lagi akan digelar Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, dan pemilihan Presiden dan Wakil

H-20 Pemilu, 22 Ribu Penduduk Wajib E-KTP di Denpasar Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih
(KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)
Ilustrasi e-KTP 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 20 hari lagi akan digelar Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Akan tetapi di Kota Denpasar, hingga kini masih ada sebanyak 22.038 penduduk wajib e-KTP yang belum melakukan perekaman.

Sehingga sebanyak 22.038 penduduk terancam kehilangan hak pilih jika tak melakukan perekaman.

Hal tersebut dikatakan oleh Plt Kepala Dinas Capil Kota Denpasar, AA Istri Agung saat dikonfirmasi, Kamis (28/3/2019) siang.

Ia mengatakan, penduduk Denpasar yang wajib e-KTP sebanyak 477.167, sementara yang sudah melakukan perekaman sebanyak 455.139 orang.

Adapun sebaran penduduk yang belum melakukan perekaman yakni Denpasar Selatan sebanyak 5.915, Denpasar Timur 4.276, Denpasar Barat 6.605, dan Denpasar Utara 5.232.

Baca: Pastikan Kesehatan Daging, Distan Denpasar Periksa Daging dengan Metode Organoleptik 

Baca: Dishub Denpasar Tertibkan 16 Pelanggar Parkir di Jalan Gajah Mada Denpasar

Sementara dari 455.139 penduduk yang sudah melakukan perekaman, sebanyak 377 masih proses cetak.

Untuk melakukan perekaman ini, pihaknya terus melakukan jemput bola.

"Kita tetap adakan jemput bola. Tiap hari lakukan jemput bola," kata Agung Istri.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved