Mahasiswa Harus Kenali Potensi Bencana, Deklarasi Siaga Bencana Dilaksanakan di Kampus Warmadewa

Doni mengatakan, Universitas Warmadewa merupakan kampus pertama yang menyelenggarakan deklarasi siaga bencana.

Mahasiswa Harus Kenali Potensi Bencana, Deklarasi Siaga Bencana Dilaksanakan di Kampus Warmadewa
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Suasana deklarasi Kampus Siaga Bencana (KSB) yang dilaksanakan di Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa, Kamis (28/3/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjend TNI. Doni Monardo berkesempatan hadir pada acara Deklarasi KSB (Kampus Siaga Bencana) yang dilaksanakan di Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa, Kamis (28/3/2019).

 
Doni mengatakan, Universitas Warmadewa merupakan kampus pertama yang menyelenggarakan deklarasi siaga bencana.

“Kalau sudah masuk pada kampus siaga bencana, maka seluruh civitas akademika harus mulai mengenali potensi bencana dan selanjutnya menyiapkan strategi menghadapi bencana itu,” kata Doni saat ditemui usai acara.

 
Mengapa penting membentuk KSB? Karena menurutnya hampir semua bencana di dunia berpotensi terjadi di Indonesia.

Lebih lanjut dijelaskannya terdapat dua komponen yang bisa menimbulkan bencana, yaitu pertama yang bersumber dari geologi dan vulkanologi. Serta yang kedua bersumber dari hidrometeorologi.

Baca: 26 Napi dari Bali Tiba di Nusakambangan, Akan Huni Kamar Hunian Khusus Sebelum ke Blok Hunian  

Baca: Waka Polres Badung Harap Penyaluran Bansos Tepat Sasaran,Berikut Daftar Desa/Kelurahan yang Menerima

 
Bencana yang bersumber dari geologi dan vulkanologi yang diikuti dengan bencana tsunami secara jumlah memang tidak banyak dan intensitasnya jarang.

Namun secara kualitas korban yang ditimbulkan, terutama korban jiwa bisa jadi sangat banyak jumlahnya. Sedangkan bencana akibat hidrometeorologi seperti banjir, sangat sering terjadi namun jumlah korbannya relatif kecil.

 
Doni menambahkan dalam menghadapi bencana alam harus dikenali dulu ancamannya dan selanjutnya baru bisa menyiapkan strategi dalam menghadapinya.

Di Indonesia, kata dia, ada lebih dari 500 gunung berapi, dan 125 gunung masih dalam kondisi aktif. Salah satunya adalah Gunung Agung di Provinsi Bali.

Bali, sebutnya, tidak hanya berada pada sekitar cincin api, namun  juga ternyata sangat dekat dengan patahan lempeng.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved