Pergerakan Mantan Manajer Akasaka Dimonitor Sejak Ditangkap, Di Lapas Jadi Bandar Besar

Pergerakan Mantan Manajer Akasaka Dimonitor Sejak Ditangkap, Di Lapas Jadi Bandar Besar

Pergerakan Mantan Manajer Akasaka Dimonitor Sejak Ditangkap, Di Lapas Jadi Bandar Besar
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
BARANG BUKTI - Sejumlah barang bukti yang ditemukan di sel Willy Akasaka. 

Saat ditanya mengenai sejak kapan tim kepolisian membaca adanya permainan di dalam Lapas, dia mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap Willy cs bahkan sejak dia ditangkap beberapa tahun silam.

"Terciumnya permainan di lapas dan mengarah ke bandar narkoba (Willy, red) ini, yakni sejak kita beberapa kali mengungkap kasus narkoba. Beberapa pelaku mengatakan pengendaliannya dari Lapas Kerobokan. Tapi kita kan masih menduga, siapa ini, siapa ini. Dan ternyata dari hasil sidak kemarin itu kita temukan," tegas Ruddi.

"Sebenarnya sejak dia ditangkap kita sudah monitor terus, tapi memang kita lakukan perlahan apalagi kita juga menganalisa, siapa sih yang bermain itu. Namanya kita mencari informasi, dan beberapa tangkapan kita ini kok mengarah ke lapas, lapas, lapas, artinya kita berpikir siapa yang bermain di sana. Dan ternyata paling besar tangkapan di Bali yang berada di Lapas Kerobokan adalah Willy. Makanya dia ini kita lihat bandar besar di Bali ini dan dihukum seumur hidup pun masih seperti itu, dengan banyaknya barang bukti kita peroleh," kata Ruddi, Kamis (28/3/2019).

Ia menuturkan, sebelumnya, pihaknya pernah mengadakan sidak tapi tidak menemukan bukti apa-apa.

"Nah kemarin itu kita lakukan sidak lagi bersama Kalapas untuk melakukan pergeseran untuk jaringan Akasaka, Willy cs itu. Akhirnya dalam sidak itu kita dapatkan beberapa barang buktinya," tuturnya.

Ditanya apakah akan ada lagi Napi yang akan dilayar ke Nusa Kambangan, dia mengungkapkan masih dalam tahap berkomunikasi, hanya saja pihaknya terus berkoordinasi dengan Kalapas.

"Kita selalu koordinasi dengan Kalapas, jadi kita akan bicarakan lagi, apakah ada yang dilayarkan lagi," jawabnya.

Soal jaminan apakah Willy cs tidak akan melakukan hal yang sama seperti di Lapas Kerobokan, dia mengatakan tidak bisa memastikan.

"Saya tidak tahu, tapikan namanya Lapas di sana pengamanan sekuriti-nya lebih ketat dan maksimal. Tidak bisa juga saya bandingkan antara Lapas di sini sama di sana, tujuan kami hanya menghilangkan permainan di Bali apalagi kan jaraknya jauh," ungkap mantan Wadirreskrimsus Polda Bali ini.

Disinggung apakah akan kembali disangkakan kepada Willy yang mana dalam sidak ditemukan barang-barang yang tak seharusnya di Lapas, disebutnya pihaknya masih dalam tahap penyelidikan.

Halaman
1234
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved