SAR Gabungan Australia Indonesia Gelar Simulasi Penyelamatan Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bali

SAR gabungan antara Australia dan Indonesia (Ausindo) menggelar simulasi penyelamatan kapal tenggelam

SAR Gabungan Australia Indonesia Gelar Simulasi Penyelamatan Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bali
SAR
Latihan SAR gabungan Australia dan Indonesia (Ausindo) di KN SAR Arjuna, Rabu (27/3/2019) kemarin. 

"Dilatarbelakangi hal itulah maka perlu dilakukan latihan secara berkelanjutan, serta koordinasi dan kerja sama yang baik di antara kedua belah pihak. Momen seperti ini, penyelenggaraan latihan di Bali adalah saat yang lama, dan mungkin baru 13 tahun ke depan akan diselenggarakan lagi di Bali, di mana sudah banyak perubahan dan perlu dilakukan kembali latihan SAR gabungan Ausindo,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat sehingga rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.

“Simulasi yang sudah dilaksanakan memang seperti skenario dan perencanaan sebelumnya, untuk itu saya berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dan membantu hingga latihan SAR ini berjalan lancar dan sukses,” tuturnya.

Latihan SAR gabungan Australia dan Indonesia (Ausindo) di KN SAR Arjuna, Rabu (27/3/2019) kemarin.
Latihan SAR gabungan Australia dan Indonesia (Ausindo) di KN SAR Arjuna, Rabu (27/3/2019) kemarin. (SAR)

Sebagaimana dijelaskan, lebih dari 95 orang terlibat dalam latihan penyelamatan korban kapal tenggelam di perbatasan Australia-Indonesia.

Tak hanya dari Basarnas Bali ataupun RCC Autralia, namun seluruh stakeholder terkait juga ambil bagian dalam menjalankan peranan masing-masing sesuai dengan tugas instansinya.

Dalam simulasi operasi SAR kali ini, mengambil tanggung jawab selaku SMC (SAR Mission Coordinator) yakni Pelaksana Teknis Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Made Junetra.

Baca: Muzdalifah Mantan Istri Nassar KDI Dikabarkan Dilamar Fadel Islami Yang Lebih Muda 15 Tahun

Baca: Mutasi OPD di Klungkung Dipastikan Setelah Pilpres

Selain itu dalam organisasi Operasi SAR juga terdapat pembagian tugas sebagai OSC (On Scene Coordinator), staf operasi, staf intelegen, staf komunikasi, staf adminlog dan staf humas.

Serangkaian giat dari latihan ini, baik dari awal penerimaan laporan kecelakaan kapal, perencanaan operasi SAR ataupun tindak lanjut sampai dengan korban terevakuasi selalu mendapatkan pendampingan dari Wasdal (Pengawas dan Pengendali Latihan SAR) Basarnas Pusat.

Fungsi kehadiran Wasdal sebagai tim yang mengawasi dan jika diperlukan memberikan arahan sesuai prosedur, sehingga latihan bisa berjalan maksimal dan dapat terukur melalui penilain di beberapa bagian.

Latihan SAR gabungan Australia dan Indonesia (Ausindo) di KN SAR Arjuna, Rabu (27/3/2019) kemarin.
Latihan SAR gabungan Australia dan Indonesia (Ausindo) di KN SAR Arjuna, Rabu (27/3/2019) kemarin. (SAR)

Sementara itu, melalui live video streaming, dapat pula memantau latihan dari BCC Kantor Basarnas Pusat dan RCC Australia.

Diharapkan kegiatan tersebut bisa melatih dan meningkatkan kemampuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan RCC Australia dalam mengkoordinasikan dan mengendalikan Operasi SAR bersama yang terjadi di daerah perbatasan.

Pun melaksanakan prosedur yang telah disetujui bersama dan meningkatkan kesiapan fasilitas dan komunikasi kedua negara.

Akhirnya sekitar pukul 11.25 Wita, simulasi sudah berhasil dilaksanakan dan seluruh korban ditemukan selamat.

Selanjutnya KN SAR Arjuna dan RIB 10.5 meter kembali ke Pelabuhan Benoa.

Dalam latihan ini, tak hanya mengandalkan SRU laut Basarnas Bali, disiagakan juga 1 unit ambulans KKP Pelabuhan Benoa serta bantuan Alut udara Challenger Aircraft dari Australia. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved