6 Bulan Sekali Panen Beras Hitam 6,5 Ton, Petani di Tabanan Kebingungan Cari Pasar

Harganya yang mahal, diakui menjadi tantangan untuk memasarkan beras hitam di pasar-pasar.

6 Bulan Sekali Panen Beras Hitam 6,5 Ton, Petani di Tabanan Kebingungan Cari Pasar
dokumentasi I Made Merta Suteja
Pengusaha beras hitam, I Made Merta Suteja saat menunjukan beras hitam yang sudah dikemas. 

6 Bulan Sekali Panen Beras Hitam 6,5 Ton, Petani di Tabanan Kebingungan Cari Pasar

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Setiap 6 bulan sekali, petani di Tabanan bisa memanen sekitar 6,5 ton beras hitam.

Beras hitam di Tabanan ini mulai dikembangan para petani sejak empat tahun lalu.

Namun, hingga saat ini pangsa pasar beras hitam belum jelas, dan membuat petani kebingungan.

Harganya yang mahal, diakui menjadi tantangan untuk memasarkan beras hitam di pasar-pasar.

Saat ini, pemasaran beras hitam asal Tabanan ini baru sebatas wilayah Denpasar.

Seorang pengusahan beras hitam di Tabanan, I Made Merta Suteja mengatakan, beras hitam mulai berkembang sejak empat tahun yang lalu.

Meski dinilai berpotensi, namun I Made Merta Suteja mengakui sempat ragu dengan bisnisnya itu.

Hingga saat ini diakui I Made Merta Suteja belum ada kepastian pasar dan ditakutkan tak ada peminatnya.

“Kebetulan saat di kecamatan ada rapat tentang pertanian. Diminta untuk mengembangkan produksi beras hitam. Kemudian beberapa waktu kemudian, kami melihat ada pasar untuk beras hitam dan ada beberapa petani yang mau join, sehingga saya lanjutkan,” tuturnya pada Tribun-Bali.com, Jumat (29/3/2019).

Saat ini, I Made Merta Suteja bersama sekitar 20 petani lainnya di Desa Bengkel, Kediri, menggarap lahan seluas 5 hektare.

Setiap kali panen atau enam bulan sekali, ia akan memperoleh sekitar 6.5 ton padi hitam.

Setelah dilakukan pengolahan kemudian susut menjadi sekitar 3 ton.

Dia menyebutkan, harga beras hitam yang sudah dikemas Rp 30 ribu per kilo, sedangkan untuk yang curah (eceran) seharga Rp 25 ribu per kilonya. (*)

Baca: Timnas Indonesia Berpeluang ke Piala Dunia 2022, Akan Bersaing dalam Grup Ini

Baca: Persebaya ke Semifinal Setelah Kalahkan Tira-Persikabo, Lalui 10 Menit Akhir yang Menegangkan

Baca: Warga Mengaku Ngeri dan Sebut Tak Aman di Lokasi Penemuan Jasad MZ yang Diperkosa dan Dibunuh

Baca: Korban MZ Sempat Mengaku Hal Ini Agar Tak Diperkosa, 2 Pelaku Tetap Nekat dan Makin Kalap

Baca: Permintaan Terakhir Korban MZ Sesaat Sesudah Dilecehkan, 2 Pelaku Makin Kalap Lalu Mencekiknya

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved