Daging Ayam dari Jawa Bombardir Bali hingga 50 Ton Per Hari, Peternak Broiler Mengeluh

Audiensi ini membahas permasalahan murahnya harga daging ayam di Bali yang disebabkan oleh banyaknya supply dari luar daerah terutama Jawa.

Daging Ayam dari Jawa Bombardir Bali hingga 50 Ton Per Hari, Peternak Broiler Mengeluh
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Asosiasi Pinsar Broiler Bali saat beraudiensi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Jumat (29/3/2019) mengenai murahnya harga daging ayam di Bali yang disebabkan oleh banyaknya supply dari luar daerah. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Asosiasi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali beraudiensi dengan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, Jumat (29/3/2019) pagi di kantor setempat.

Audiensi ini membahas permasalahan murahnya harga daging ayam di Bali yang disebabkan oleh banyaknya supply dari luar daerah terutama Jawa.

Ketua Asosiasi Pinsar Broiler Bali, I Ketut Yahya Kurniadi mengatakan, supply dari luar daerah itu diperkirakan mencapai 50 ton per hari.

"Informasi dari teman-teman pengusaha itu per hari bisa mencapai 50 ton daging yang direndam es. Rendam es saya katakan karena dia pakai boks (menggunakan) mobil carry, pakai L300 atau pakai truk. Dia pakai boks kuning itu lho, dan di dalamnya direndam es," kata Yahya ketika ditemui Tribun Bali usai audiensi berlangsung.

Dijelaskan, bahwa pihaknya dulu mengira satu penerima daging ayam di Bali diperkirakan sekitar 2 ton, namun setelah dicek oleh pihaknya ke lapangan, penerimaan mencapai sekitar 4 ton.

Baca: Spesialis Jambret & Buka Paksa Pintu Mobil di 8 Lokasi di Denpasar Ditangkap Polisi, Ini Modusnya

Baca: Pemkab Badung Tanam 10 Bibit Mangrove Langka, Pelepasliaran Elang, Kura-kura, Biawak & Bulus

Dan saat ini di Bali ada sekitar 10-15 orang penerima besar daging ayam potong.

"Belum yang kecil-kecil, makanya kita bulatkan lah 50 ton per hari. Kalau 50 ton itu setara dengan ayam hidup di Bali 47 ribu ekor. Berarti pangsa pasarnya sangat baik," jelasnya.

Masalah masuknya daging yang memborbardir Bali, kualitasnya juga sangat diragukan oleh Yahya karena dagingnya dikirim ke Bali hanya direndam es yang memakai boks kontainer.

Seharusnya, sesuai dengan peraturan yang ada, para pengirim harus ada cek fisik dulu dari pihak karantina.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved