Pria Mabuk Bawa Pedang di Batanta, Sebut Aksinya karena Ada yang Nantang

Saat kejadian, I Nyoman Tinggal (44) meresahkan warga karena aksinya membawa senjata tajam jenis pedang dalam kondisi mabuk berat

Pria Mabuk Bawa Pedang di Batanta, Sebut Aksinya karena Ada yang Nantang
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kapolsek Denbar AKP Johannes Nainggolan dan Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar saat memperlihatkan pelaku Nyoman Tinggal di Mapolsek, Jumat (29/3/2019) siang.Pelaku pembawa pedang yang menakut-nakuti warga sekitar Jalan Pulau BatantaKapolsek Denbar AKP Johannes Nainggolan dan Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar saat memperlihatkan pelaku Nyoman Tinggal di Mapolsek, Jumat (29/3/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kini Nyoman Tinggal (44) pelaku pembawa pedang di Jalan Pulau Batanta, Denpasar, Selasa (26/3/2019) siang, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan resmi ditahan Polsek Denpasar Barat.

Saat kejadian, I Nyoman Tinggal (44) meresahkan warga karena aksinya membawa senjata tajam jenis pedang dalam kondisi mabuk berat.

Hal ini diungkapkan Kapolsek Denbar, AKP Johannes H Widya Dharma Nainggolan pada Rabu (27/3/2019) lalu.

Baca: FK Undiksha Jadi Pilot Project Studi Ilmu Kedokteran Berbasis Pariwisata

Baca: SPAM Bendungan Titab-Ularan Ditargetkan Tuntas 2020 

Penahanan tersebut dikarenakan I Nyoman Tinggal yang tinggal di Jalan Pulau Batanta Gang VI, Denpasar, memiliki senjata tajam jenis pedang sepanjang 60 sentimeter dan membuat resah masyarakat karena aksinya.

"Kami tahan Nyoman T di rumahnya karena mabuk dan mengamuk menggunakan sajam di Jalan Batanta," ujar Kapolsek, AKP Johannes Nainggolan.

Kapolsek Denbar menjelaskan, saat itu Nyoman Tinggal dalam kondisi terpengaruh minuman keras, kemudian mengamuk dan membawa sebilah pedang.

Baca: Target Juara Umum, Denpasar Matangkan Persiapan Porprov Bali 2019

Baca: Ibu Yang Dorong Anaknya Dari Mobil Hingga Tersungkur Akhirnya Buka Suara, Ini Alasan Yang Sebenarnya

Selanjutnya mengacungkan pedang, menakuti warga yang melintas dengan memutar-mutarkan pedangnya.

AKP Johannes menyampaikan, dari pengakuan pelaku, Nyoman Tinggal mengacung-ngacungkan pedang tersebut karena ada yang menantangnya.

“Dia dalam keadaan mabuk katanya, tetapi kurang jelas juga, bilangnya ada yang menantang dia. Sehingga dia pulang ke rumah dan mengambil pedang lalu keluar rumah lagi,” ungkap Kapolsek Denbar didampingi Kanit Reskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar, Jumat (29/3/2019) siang.

Baca: Jelang Batas Akhir Penyampaian SPT, DJP Bali Tambah Jam Layanan

Baca: Pemkab Badung Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Muara Tukad Mati Larasati

Dijelaskan kronologi penangkapan, Panit Opsnal IPDA I Made Purwantara datang ke TKP dan melakukan penangkapan, kemudian mencari sajam yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

"Kami cari senjata yang digunakan tersangka di dekat-dekat sana. Tim Opsnal kami menemukannya di dalam sungai dekat sana," lanjutnya.

"Setelah ditemukan senjata tersebut, kami bawa dia (pelaku) ke Polsek Denpasar Barat," tambah AKP Johannes Nainggolan.

Akibat perbuatan tersebut, Nyoman Tinggal dikenakan Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 pasal 2 tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved