Rayakan Earth Hour, WWF Indonesia Ajak Publik Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia kembali mengadakan kegiatan Earth Hour dengan tema Connect to Earth

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Dari kanan ke kiri, Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF Indonesia, Imam Musthofa Zainudin, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Managing Director Nusa Dua ITDC, I Gusti Ngurah Ardita saat melakukan konferensi pers terkait pelaksanaan Earth Hour di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Jum'at (29/3/2019) siang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia kembali mengadakan kegiatan Earth Hour dengan tema Connect to Earth yang nantinya akan ada aksi mematikan lampu secara serentak pada 30 Maret 2019 pada pukul 20.30 hingga 21.30.

Tak sekadar hanya mematikan lampu semata, WWF Indonesia juga mengajak publik untuk sama-sama mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Nah dalam kesempatan ini kami dari WWF ingin mengangkat isu masalah terkait dengan yang sedang marak kali ini dan menjadi isu bukan hanya lokal namun juga global yaitu terkait dengan sampah plastik lautan," kata Imam Musthofa Zainudin, Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF Indonesia.

Hal itu dijelaskan oleh Imam saat melakukan konferensi pers terkait pelaksanaan Earth Hour di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Jum'at (29/3/2019) siang.

Konferensi pers juga dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Managing Director Nusa Dua ITDC, I Gusti Ngurah Ardita.

Pada kesempatan itu, Imam memaparkan bahwa sampah plastik mempercepat adanya perubahan iklim yang mengakibatkan bumi kehilangan keanekaragaman hayati.

Diceritakan bahwa plastik sebenarnya lahir sekitaran tahun 50an dan saat ini populasinya sudah menjadi sangat besar sekali.

Selain mengeluarkan keuntungan, plastik juga menimbulkan permasalahan yang cukup mendasar karena menyebabkan pencemaran lingkungan.

Pencemaran tersebut terjadi karena sifat plastik yang berasal dari mineral dan kimia.

Sampah plastik juga biasanya hancur namun tidak terserap ke bumi karena akan menjadi mikro plastik.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved