105 Desa di Bali Masuk Zona Merah Rabies, Dinas Peternakan Targetkan 95 Persen Anjing Tervaksinasi

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali saat ini sedang menggencarkan program vaksinasi massal rabies di seluruh desa di Bali

105 Desa di Bali Masuk Zona Merah Rabies, Dinas Peternakan Targetkan 95 Persen Anjing Tervaksinasi
Tribun Bali/Dwi
Ilustrasi. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali saat ini sedang menggencarkan program vaksinasi massal rabies di seluruh desa di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali saat ini sedang menggencarkan program vaksinasi massal rabies di seluruh desa di Bali.

Vaksinasi dimulai 18 Maret hingga 18 April 2019.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana mengatakan, vaksinasi rabies ini lebih diprioritaskan pada zona-zona merah rabies di Bali.

Menurut Mardiana terdapat 105 desa yang masuk zona merah rabies.

Baca: Polresta Denpasar Minta Masyarakat Berani Lapor Jika Ada Tindak Pidana

Baca: Kabar Duka, Ayah Pedangdut Uut Permatasari Tewas dalam Kecelakaan di Sidoarjo Jawa Timur,

“(105 desa) Inilah yang kami berikan penanganan prioritas pada desa-desa yang masuk zona merah dan desa sekitarnya. Kemudian baru menyisir ke desa-desa lainnya di Bali,” kata Mardiana saat ditemui di Kantornya, Jumat (29/3/2019).

Lanjutnya, kasus rabies yang paling banyak terjadi berada di tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Karangasem, Buleleng dan Bangli.

“Kasus positif rabies pada anjing paling banyak di tiga kabupaten ini. Untuk itu kami prioritaskan pada tiga Kabupaten yang betul-betul medan topografinya sulit dilakukan vaksinasi,” tuturnya.

Baca: Kampanye Earth Hour, Wagub Cok Ace Ajak Padamkan Listrik Pukul 20.30 - 21.30 Wita Malam Ini

Baca: VIDEO! SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Bhayangkara FC vs Arema FC

Adapun populasi anjing di Bali adalah sekitar 600 ribu ekor.

Pihaknya menargetkan 95 persen dari populasi anjing itu harus tervaksin, karena yang diutamakan oleh Pemerintah Provinsi Bali saat ini adalah vaksinasi, bukan eliminasi.

“Cakupan vaksinasi akan dilakukan sebanyak-banyaknya. Yang penting semua desa di Bali dilakukan vaksinasi massal,” imbuhnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana. (Tribun Bali/Wema Satyadinata)

Baca: Begini Saran Ahli Kandungan dr Mintareja Teguh Atasi Stunting Pada Anak

Baca: Ribuan Orang Ikuti Saka Yoga Festival, Ngurah Boy: Membiasakan Yoga dari Tingkat Keluarga

Diakui, ketersediaan vaksin sudah mencukupi yaitu 600 ribu dosis.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved