Oknum Guru Honorer Diduga Cabuli 12 Muridnya, Dilakukan di Ruang UKS Sampai Rumah Dinas

Tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur ini dilakukan oleh FY (28) terhadap korban di atas sebanyak 12 orang.

Oknum Guru Honorer Diduga Cabuli 12 Muridnya, Dilakukan di Ruang UKS Sampai Rumah Dinas
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi pencabulan pada anak di bawah umur. 

Laporan wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUN-BALI.COM, PADANG -Seorang oknum guru di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Oknum guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Payakumbuh yang diduga melakukan tindak pidana cabul terhadap anak dibawah umur.

Tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur ini dilakukan oleh FY (28) terhadap korban di atas sebanyak 12 orang.

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Ilham Indrawarman membenarkan akan adanya seorang guru diduga lakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri.

Menurutnya, modus yang digunakan pelaku dengan membuat tambahan jam pelajaran.

"Modusnya dengan membuat jadwal untuk jam tambahan pelajaran," ungkap Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Ilham Indrawarman kepada TribunPadang.com

Selain itu, terduga pelaku pencabulan juga melancarkan aksinya di rumah dinas yang ditempatinya.

"Tapi apabila di rumah dinas ada anak tersangka, korban-korban tersebut dibawa ke ruang kepala sekolah atau ruang unit kesehatan sekolah/UKS," ujar AKP Ilham Indrawarman.

Sebelumnya, terduga pelaku pencabupan FY, yang berprofresi sebagai guru di salah satu SD di Kecamatan Kota Payakumbuh.

Kasat AKP Ilham Indrawarman menambahkan aksi pelaku diketahui oleh salah satu warga, Jorong Padang Parik Panjang Kenagarian Taeh, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Seorang guru yang seharusnya menjadi orang tua kedua bagi murid di sekolah, malah melakukan hal yang tidak senonoh kepada muridnya dengan diduga melakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri.

Kasat AKP Ilham Indrawarman menyebut untuk sementara ada 12 orang anak murid yang telah menjadi korban dalam aksi bejatnya ini.

"Kejadian ini diketahui pada Sabtu (23/3/2019), dan pelaku (FY) diamankan langsung di Polres Payakumbuh. Semula pihak pemerintah desa setempat yang membawa tersangka ke Polres Payakumbuh," ujar kasat AKP Ilham Indrawarman.

Kasat AKP Ilham Indrawarman mengatakan, ancaman pidana pelaku penjara paling singkat lima tahun, dan paling lama 15 tahun penjara. (*) 

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved