Arnawa Minta Kurikulum Pelajaran Bahasa Bali Ditinjau Ulang, Belum Mengakomodasi Sekolah Khusus

Akademisi yang juga melakukan penelitian terkait bahasa Bali ini menilai kurikulum pelajaran bahasa Bali saat ini cenderung generik

Arnawa Minta Kurikulum Pelajaran Bahasa Bali Ditinjau Ulang, Belum Mengakomodasi Sekolah Khusus
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Peserta Festival Bahasa Bali mengerjakan tulisan di sisi timur Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Kamis (23/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang dosen linguistik dari IKIP PGRI Bali, Nengah Arnawa mengkritik kurikulum pelajaran bahasa Bali yang berlaku saat ini.

Ini dikarenakan kurikulum saat ini belum mampu mengakomodasi sekolah khusus semisal sekolah luar biasa atau kejar paket.

Akademisi yang juga melakukan penelitian terkait bahasa Bali ini menilai kurikulum pelajaran bahasa Bali saat ini cenderung generik, berlaku umum untuk semua jenjang pendidikan.

Sehingga Arnawa menyarankan agar ada peninjauan ulang kurikulum yang lebih bersifat khusus, selaras dengan kebutuhan pada masing-masing jenjang dan karakteristik pendidikan.

Menurut Arnawa, penetapan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali No. 1 tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 20 tahun 2013, patut diapresiasi karena menjadi payung hukum pengajaran bahasa Bali sebagai mutan lokal wajib.

Baca: Peramal Rara Meditasi di Pura Gelap Besakih, Tak Disangka Temukan Sosok yang Kerap Dimimpikannya

Baca: Gedung Sempit & Bocor, Perbakin Gianyar Tetap Berprestasi di Tengah Keterbatasan Fasilitas

Namun ia menilai hal tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penyusunan kembali secara cermat kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD), agar lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Bali.

"Hal ini dikarenakan variabel peserta didik dan karakteristik sekolah sangat beragam," kata Arnawa dalam seminar nasional sastra dan budaya yang digelar di Fakultas Ilmu Budaya Unud akhir pekan lalu.

Arnawa membeberkan pada lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Pergub, kompetensi pelajaran bahasa Bali yang dideskripsikan hanya memuat kebutuhan pembelajaran untuk sekolah umum, seperti SD, SMP, dan SMA.

Dosen linguistik dari IKIP PGRI Bali, Nengah Arnawa.
Dosen linguistik dari IKIP PGRI Bali, Nengah Arnawa. (Dok. Pribadi Nengah Arnawa)

Sedangkan sekolah yang memiliki karakteristik khusus, seperti Madrasah, SLB, SMK, dan paket belajar belum tersentuh.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved