Liputan Khusus

Fenomena Anak Jualan Tisu Menjamur di Denpasar, Putu: Kalau Gak Habis, Telinga Saya Dijewer!

Tiga bocah yang masing-masing berusia 6, 7, dan 11 tahun itu menawarkan barang jualan mereka kepada setiap pengendara motor yang parkir

Fenomena Anak Jualan Tisu Menjamur di Denpasar, Putu: Kalau Gak Habis, Telinga Saya Dijewer!
Tribun Bali/Dwi Suputra
(Ilustrasi) Fenomena anak jualan tisu dari sore hingga malam menjamur di Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keranjang plastik yang dipenuhi tisu dan ikat rambut, mereka gendong menggunakan tali.

Tiga bocah yang masing-masing berusia 6, 7, dan 11 tahun itu menawarkan barang jualan mereka kepada setiap pengendara motor yang parkir di parkiran Bioskop Cineplex Jalan Thamrin, Denpasar.

"Kak, beli kak. Lima ribu aja kak," begitu mereka menawarkan tisu ke para pengunjung Bioskop, Selasa (26/3) petang.

Satu persatu pengunjung bioskop ditawari tisu oleh tiga bocah yang berjualan dengan pakaian lusuh dan rambut berantakan itu.

Para pengunjung bioskop, baik yang baru datang maupun yang sudah selesai menonton film mereka sapa sambil menawarkan tisu dan ikat rambut wanita.

Tak jarang mereka dicueki begitu saja. Namun ada juga pengunjung yang langsung membeli tisu yang mereka jual.

Saat mereka lelah berkeliling, tiga bocah itu sesekali duduk di depan tangga masuk ke lantai dua bioskop itu sembari menunggu pengunjung.

Sore sudah berganti malam, tiga bocah ini masih berusaha menghabiskan barang dagangan mereka.

Jika satu keranjang yang dipenuhi tisu sudah habis terjual, mereka akan membeli lagi di seberang bioskop tersebut.

"Tisunya saya beli Rp 3.000. Saya jual Rp 5.000," kata salah satu bocah yang mengaku bernama Putu itu saat Tribun Bali mengajak mereka berbincang-bincang.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved