Komang Ayu Akui Cintai Mantan Suaminya Gede Arya, Terungkap Rahasia Bermain Hati yang Fatal

Komang Ayu Akui Cintai Mantan Suaminya Gede Arya, Terungkap Rahasia Bermain Hati yang Fatal

Komang Ayu Akui Cintai Mantan Suaminya Gede Arya, Terungkap Rahasia Bermain Hati yang Fatal
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Komang Ayu (32) di ruang tahanan. 

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Negara, Gedion Ardana Reswari mengaku, bahwa pihaknya masih pikir-pikir dengan putusan hakim.

Sebab, putusan lebuh rendah enam bulan dari tuntutan jaksa.

"Ya masih pikir-pikir karena memang putusan lebih rendah," tegasnya.

Sementara itu, Gede Arya mengaku tak puas dengan vonis yang dinilai ringan.

"Vonisnya ringan, nggak puas. Kalau perlu maksimal 4 tahun habis dia nggak mau bantu, nggak ada niatnya (baik)," ujar I Gede Arya Sudarsana via telepon, Senin (1/4/2019).

Arya menyebut sebelum menempuh jalur hukum, pihaknya sudah sempat menawarkan berdamai.

Namun, dari pihak Ayu sendiri tak menunjukkan itikad baik.

"Diajak ketemuan dia nolak, masih nunggu katanya ngumpulin uangnya, kayak menghindar. Dia nelpon ibunya, ibunya nelpon saya bilang orang dia masih ngumpulin uang itu masih ada job, masih tanya lagi sebulan, sebulan habis dia ketemu terus nunggu sebulan nggak mau ketemu," urainya.

Gede Arya juga kesal tak ada penyesalan yang datang dari Ayu.

Malah, Ayu dinilainya terus menerus menutupi kebohonganya satu dengan yang lainnya.

"Dia dari awal kena, kan dibawa ke polres tuh. Dia cerita gitu dah sama penyidik, nggak mau mengakui. Waktu itu kalau dia mau jujur bisalah damai, apa bikin perjanjian orangtuanya jadi jaminan, dia disuruh ke Jawa lagi, nggak langsung dijebloskan," jelasnya.

Di bagian lain, Gede Arya menambahkan saat kedoknya terbongkar, Ayu pun masih sempat berkilah.

Dia pun mengaku pusing untuk melunasi utang-utangnya baik di bank maupun rentenir.

Bahkan, usai ketahuan Komang Ayu tidak mengakui perbuatannya.

"Beban saya banyak, nama saya tercoreng, bangkrut, tanggung jawab saya pinjem ke orang-orang itu kan banyak. Sebenarnya kalau waktu kena itu mau jujur bikin perjanjian, yang penting ada uang aja mau damai, cabut berkas nggak masalah," tegasnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved