Menteri Yohana Pulihkan Trauma Perempuan dan Anak Korban Banjir Bandang Sentani

Menteri Yohana ingin melihat langsung dan memastikan proses pemulihan trauma pasca bencana pada perempuan dan anak sudah berjalan dengan semestinya

Menteri Yohana Pulihkan Trauma Perempuan dan Anak Korban Banjir Bandang Sentani
Istimewa/Publikasi dan Media Kemen PPPA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengunjungi korban bencana banjir bandang Sentani, tepatnya di posko pengungsian Gedung Olahraga Toware, Kabupaten Jayapura, Minggu (31/3/2019) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, SENTANI – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengunjungi korban bencana banjir bandang Sentani, tepatnya di posko pengungsian Gedung Olahraga Toware, Kabupaten Jayapura, Minggu (31/3/2019) kemarin.

Menteri Yohana ingin melihat langsung dan memastikan proses pemulihan trauma pasca bencana pada perempuan dan anak sudah berjalan dengan semestinya. 

Sebagai langkah cepat tanggap, Menteri Yohana telah menginstruksikan deputi terkait untuk terlebih dahulu melihat langsung kondisi perempuan dan anak pasca bencana banjir di Sentani

Sejumlah bantuan spesifik anak telah diberikan, di antaranya susu, makanan dan perlengkapan bayi, pakaian anak, mainan anak, dan perlengkapan mandi. 

Selain itu diberikan juga kebutuhan spesifik perempuan, seperti pakaian daster, susu ibu hamil dan lansia, selimut, keperluan spesifik perempuan dan lansia, dan makanan.

Baca: Srikandi Cup Seri 3 Musim 2018-2019 Jadi Penentu Terakhir Sebelum Babak Playoffs

Baca: Hanya Tumbuh di Lereng Muria Buah Parijoto Dipercaya Memiliki Khasiat Bantu Mengatasi Kehamilan

Memberikan bantuan pokok memang penting, namun memastikan agar perempuan dan anak tetap dapat hidup layak dan tidak mengalami trauma pasca bencana juga tidak kalah penting. 

“Kegiatan rehabilitasi psikologis dan pemulihan trauma pasca bencana dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk bermain, bernyanyi, bercerita, dan berdoa bersama, sebab anak harus tetap merasakan senang, aman, dan nyaman walaupun dalam kondisi pasca bencana,” ujar Menteri Yohana, Senin (1/4/2019), melalui rilis yang diterima Tribun.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Vennetia R Dannes mengatakan, kehadirannya untuk memastikan kondisi perempuan dan anak pada proses rehabilitasi, serta tak lupa juga untuk memastikan bahwa kebutuhan khusus perempuan dan anak sudah terpenuhi dengan baik.

Baca: Arrow Archery Club Juara Umum Wali Kota Cup X 2019 Cabor Panahan

Baca: Zaman Serba Digital, Ubah Gambar dari Media Manual ke Digital

"Proses pemulihan trauma pasca bencana menjadi penting, mengingat mereka harus kembali melanjutkan kehidupannya setelah bencana ini. Oleh karena itu, kami membawa psikolog khusus perempuan dan anak agar dapat memberikan pemulihan dan pemahaman tentang bagaimana agar dapat bangkit dari bencana," tambah Vennetia.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved