Tanda Kasih & Persaudaraan, Ikatan Keluarga Batak Bali Sematkan Kain Ulos Kepada Gubernur Koster

Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Batak Bali (DPP IKBB) menyematkan kain ulos berwarna merah kepada Gubernur Bali, Wayan Koster

Tanda Kasih & Persaudaraan, Ikatan Keluarga Batak Bali Sematkan Kain Ulos Kepada Gubernur Koster
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Penyematan kain ulos oleh DPP IKBB, Senin (1/4/2019) di ruang tamu Gubernur Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Batak Bali (DPP IKBB) menyematkan kain ulos berwarna merah kepada Gubernur Bali, Wayan Koster.

Penyematan kain ulos yang merupakan kain asli khas Batak ini dimaknai sebagai tanda persahabatan.

”Penyematan kain ulos ini bermakna tanda kasih, dari orang yang mengasihi kepada orang yang dikasihi. Juga sebagai simbolis doa agar orang diberikan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” kata Erbin Simanjuntak, Penasihat IKBB.

Penyematan kain ulos ini berlangsung saat IKBB bertemu langsung dengan Gubernur Koster di ruang tamu Gubernur Bali, Senin (1/4/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum IKBB, Ponta Simamora mengungkapkan kebahagiaannya atas perhatian Gubernur Koster dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terhadap keberadaan komunitas keluarga Batak Bali.

Baca: Maksimalkan Sistem Penanganan Pengaduan Nasional, KemenPAN RB Kembangkan SPAN-LAPOR!

Baca: Ramal Pernikahan Syahrini Dan Reino Barack Rara Mengaku Belajar Tarot dari Roh Ani Sekarningsih

“Tujuan kami tak lain adalah menjalin persaudaraan dengan saudara-saudara kita di Bali, dan lebih baik lagi jika bisa berpartisipasi dan berkontribusi dalam membangun Bali ke depan,” tutur Ponta.

IKBB sendiri, menurut Ponta, secara organisasi selain memiliki ribuan anggota aktif juga memiliki lembaga kesenian yang bertugas untuk melestarikan kesenian khas Batak di Bali seperti tarian tenun dan ukiran.

“Senang sekali jika ke depannya kami bisa diikutsertakan dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB), di samping tentu kami perlu masukan dan pemahaman dari Bapak Gubernur mengenai visi dan misi pembangunan Bali,” tukasnya.

Gubernur Koster dalam kesempatan itu, ingin memperkuat citra Bali sebagai kawasan yang terdepan dalam pengamalan konsep Bhinneka Tunggal Ika.

Baca: Fokus Persiapan Legislasi Pembangunan Bali, Koster Siapkan 5 Perda, 17 Pergub & 25 Program Tematik

Baca: Janda Ngaku Perawan di Jembrana Sebut Uang Rp 1,4 M Tak Dihabiskan Sendiri, Suami Siri Ikut Nikmati

“Bali selama ini sudah menjadi percontohan bagi daerah lain sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi di tengah warganya yang multikultur. Untuk itu saya ajak semua warga untuk turut menjaga dan bertanggung jawab untuk hal itu,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster juga menyatakan, warga Bali bukan berarti orang asli Bali saja, namun juga termasuk meraka yang lama tinggal dan berdomisili di Bali tak peduli dari manapun asalnya.

“Semuanya punya hak dan kewajiban yang sama untuk turut berpartisipasi mendukung program pemerintah Daerah Bali,” tukas Koster.

Ia juga mengapresiasi komunitas-komunitas asal daerah lain yang sudah menjadi bagian dari warga Bali, turut memperlihatkan keragaman identitas budayanya.

“Ini adalah warna yang berbeda karena Indonesia itu penuh warna dari berbagai budaya, golongan dan juga agama dan tugas kita juga di pemerintah untuk melindungi semua warga yang ada dan berdomisili di Bali tak peduli apapun golongannya,” tegasnya lagi.(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved