Pemprov Bali Butuh Dana Rp 160 Miliar Bangun Fasilitas Iradiasi Gamma untuk Produk Pertanian

Pemerintah Provinsi Bali berencana membangun fasilitas penanganan pasca panen produk pertanian dengan sistem iradiasi gamma.

Pemprov Bali Butuh Dana Rp 160 Miliar Bangun Fasilitas Iradiasi Gamma untuk Produk Pertanian
Tribun Bali/Dwi Suputra
ilustrasi fasilitas iradiasi gamma 

Dalam audiensi yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Ida Bagus Wisnuardana itu, Koster menyatakan dirinya akan segera mencari solusi yang terbaik termasuk dengan mengupayakan alokasi anggaran dari pusat.

Sebelumnya dalam simakrama dengan masyarakat Buleleng, Koster menyebutkan pihaknya saat ini hanya memikirkan skema pembiayaan, karena lahan yang akan dipakai sebagai lokasi pembangunan iradisi gamma di Buleleng sudah tersedia.

Lahan tersebut adalah milik Pemprov Bali seluas 22 hektare di kawasan Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

“Lahan untuk pembangunan Iradiasi Gamma kan sudah siap, tinggal pakai itu. Kebutuhan lahan memang luas, karena harus ada pergudangan, ruang packing, dan penyortiran, sebelum masuk ke mesin pengolahan iradiasi gamma,” tegas Koster.

Sementara peneliti energi nuklir dari BATAN, Prof Yohannes Sardjono, mengemukakan banyak keunggulan dari penerapan iradiasi gamma pada produk pertanian dan peternakan yang mampu memperpanjang usia simpan produk tersebut.

“Pemaparan dengan sinar gamma akan membantu meminimalkan bakteri dan penyebab busuk lainnya sehingga masa simpan bisa lebih panjang. Namun demikian, prosenya sama sekali tidak merusak kandungan gizi dari bahan pangan dan tetap aman serta higienis untuk dikonsumsi,” papar Prof Sardjono.

Ditambahkannya lagi, dengan masa simpan yang panjang, produk pertanian tersebut otomatis dapat dipasarkan dan didistribusikan dengan lebih leluasa karena meminimalkan risiko kebusukan.

“Jadi akan sangat mengurangi risiko produk yang terbuang sia-sia, petani pun bisa mendapatkan dampak secara ekonomi karena produknya bisa lebih lama dipasarkan,” katanya.

Sardjono juga menyebutkan fasilitas iradiasi sinar gamma sudah banyak diterapkan di negara-negara lain terutama yang memiliki komoditas pertanian.

“Jepang misalnya sudah punya belasan fasilitas iradiasi sinar gamma untuk penanganan produk pertaniannya, begitupun China dan Australia. Harapannya dengan pembangunan fasilitas ini Bali bisa menuju kepada kedaulatan pangan, penanganan pertanian dari hulu ke hilir serta memberikan produk berkualitas baik untuk pasar lokal maupun wisatawan asing,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved