Breaking News:

Utilitas Terpadu Bawah Tanah Sepanjang 10 Km Ditarget Rampung Tahun 2020

Pembuatan saluran utilitas terpadu bawah tanah tahap awal yaitu sepanjang 10 km dari Seminyak, Legian dan Kuta diharapkan selesai tahun 2020

Pemkab Badung
Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta saat meninjau tunnel utilitas terpadu sepanjang 1,4 km yang telah rampung di wilayah Basangkasa Seminyak, Selasa (2/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pembuatan saluran utilitas terpadu bawah tanah tahap awal yaitu sepanjang 10 km dari Seminyak, Legian dan Kuta diharapkan selesai tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta saat meninjau tunnel utilitas terpadu sepanjang 1,4 km yang telah rampung di wilayah Basangkasa Seminyak, Selasa (2/4/2019).

Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Anggota DPRD Badung dapil Kuta I Gusti Anom Gumanti, Kajari Badung Sunarko, Kadis PUPR Kabupaten Badung IB Surya Suamba, Kasatpol PP Badung IGAK Surya Negara, Kabag Humas Pemkab Badung Putu Thomas Yuniartha, Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Lurah Seminyak Kadek Oka Parmadi, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Dalam tinjauannya ke saluran utilitas terpadu bawah tanah di depan Banjar Seminyak, Giri Prasta menerangkan pembuatan tunnel tersebut masuk dalam RPJMD PPNSB Kabupaten Badung.

Berkenaan dengan utilitas terpadu bawah tanah itu dalam upaya menjaga estetika dan etika wilayah pariwisata.

Hal tersebut merupakan prinsip pihaknya dalam menjaga estetika, keindahan dan melakukan modernisasi ke bawah.

Baca: 3,8 Ton Daging Celeng Ilegal Diselundupkan dari Palembang

Baca: KPU Kota Denpasar Coret 39 WNA dari DPT

Di mana saluran utilitas bawah tanah sepanjang 10 km dari Seminyak, Legian dan Kuta menjadi pilot project modernisasi Kabupaten Badung.

"Upaya ini dilakukan agar keindahan itu bisa terjaga dengan baik, penataan ini akan membuat estetika lebih baik dalam upaya quality tourism. Ini akan diplaningkan, tapi dilihat dulu percontohan ini. Bagaimana tingkat keasrian dalam menambah estetika dan kunjungan wisata," ujar Giri Prasta.

Ia mengaku Seminyak memang menjadi wilayah pertama yang tersentuh proyek saluran utilitas bawah tanah sepanjang 1,4 km.

Hal tersebut lantaran konektivitas kabel dari Sunset Road dimulai wilayah Seminyak, yang dilanjutkan ke Legian dan Kuta.

Setelah fasilitas utilitas tersebut rampung, maka secara bertahap dilakukan penurunan utilitas kabel.

Dalam saluran tersebut juga sudah dibuatkan tempat khusus untuk pemilah kabel.

Pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Kajari Badung, agar provider yang menggunakan fasilitas tersebut harus mengikuti regulasi perizininan.

"Ini sekarang sudah selesai, nanti kabel akan diturunkan ke bawah. Kami akan buatkan ketentuan, maksimal bulan Juni bisa selesai. Jika tidak dipindahkan, maka kami akan mencabuti. Jadi di atas nanti hanya ada lampu LPJ dan kami wajibkan kabel itu hanya di tiangnya sendiri," ungkapnya.

Baca: Luna Maya Disebut Hoki, Diramalkan akan Menikah Tahun Depan

Baca: Parta Sebut Wajar Turis Dikenai Kontribusi, Sebagian Bisa Dialokasikan Untuk Desa Adat  

Saluran utilitas tersebut dipastikan sangat aman, bahkan ketika terjadi hujan air tidak akan menggenang di dalam saluran.

Sebab air hujan akan langsung dibuang secara otomatis oleh mesin blower yang ada di dalamnya.

Begitu pula terkait lampu penerangannya juga sudah disediakan, sehingga memudahkan dalam melakukan aktivitas instalasi maupun maintenance.

Di sisi lain momen tersebut diakui digunakan untuk men-training Dinas PUPR, dalam upaya merealisasikan MRT di Badung.

Sementara Kadis PUPR Kabupaten Badung, IB Surya Suamba menerangkan, tunnel utilitas terpadu sepanjang 1,4 km itu memiliki dimensi berukuran 1,8 x 1,5 meter.

Adapun pembiayaan yang dikeluarkan untuk merealisasikannya sebesar Rp 28 miliar, baik untuk pengerjaan tunnel sekaligus aspal dan trotoar.

Saat ini pemilik utilitas kabel baik PLN, provider dan lain sebagainya, sedang masuk pada proses pemasangan kabel, yaitu proses FO.

Juni 2019 ini diharap hal itu bisa selesai, sehingga proses bisa dilanjutkan dengan pencabutan tiang-tiang kebel.

Baca: Laga Uji Coba Tingkatkan Kekompakan & Asah Kemampuan Skuat Bali United

Baca: Reino Barack dan Syahrini Akan Cepat Punya Anak Cowok? Ini Ramalan Rara

Ke depan di kawasan itu nantinya hanya ada tiang lampu jalan, sesuai dengan harapan Bupati Giri Prasta.

"Setelah ini selsai, selanjutnya kita terus berjalan menuju sampai 10 km. Ini dari ujung Basangkasa, kemudian ke Legian, Kuta, Bemo Corner ke kanan, pinggir Pantai Kuta dan Melasti. Tahun ini perubahan diharapkan bisa ada anggaran dan lanjut, sehingga sesuai harapan Pak Bupati ini bisa selesaikan tahun 2020," terang Surya Suamba.

Secara umum, dari 10 km total utilitas terpadu di Kuta, saat ini sepanjang 3,4 km saluran utilitas terpadu telah dikerjakan, tinggal 6,6 km sisanya yang belum dikerjakan.

Selain di Basangkasa, saluran utilitas terpadu yang telah rampung dikerjakan sebelumnya adalah di Jalan Popies sepanjang 2 km.

Adapun dimensi dari utilitas terpadu di Popies berukuran 1x1 meter dan ada 1,5x1 meter.

Karena memiliki ukuran yang lebih kecil, saluran utilitas tersebut disebut dengan ducting utilitas terpadu.

Namun fungsi saluran tersebut relatif sama.

"Semua utilitas yang berada di atas sudah kami ketahui pemiliknya dan sudah diultimatum. Kalau nanti mereka tidak mau memasang pada saluran yang disediakan, maka terpaksa akan dicopot paksa," tegasnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved