Hindari Transaksi Penukaran Valas Melalui Money Changer Ilegal

Money changer rentan dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal, bahkan bisa terjebak dalam tindak kriminal, seperti praktik pencucian uang atau pidana

Hindari Transaksi Penukaran Valas Melalui Money Changer Ilegal
TRIBUN BALI
(ilustrasi) Suasana penukaran valuta asing di Bali 

Ayu mengungkap, saat ini masih banyak money changer yang melakukan transaksi dengan menggunakan rekening pribadi atau karyawannya. Bukan menggunakan rekening perusahaan.

Baca: 2.019 Siswa Tarikan Telek Khas Jumpai, Persiapan Semarapura Festival Keempat

Baca: Jaringan Jadi Kendala Program Wi-Fi Masuk Desa, Belum Ada Rekanan Mampu Cover Seluruh Wilayah

“Hal itu yang harus dihindari. Nah jika menemukan hal seperti itu segera laporkan, karena cara yang demikian merupakan tindakan kriminal yang sangat fatal,” jelasnya.

Selain itu, keberadaan money changer ilegal yang melakukan praktik kotor di wilayah Bali, dapat merusak citra Pulau Bali sebagai destinasi wisata dari wisatawan mancanegara, tambahnya.

Ia berharap, kehadiran APVA mampu meminimalisasi kejahatan pada perdagangan valuta asing.

“Itu sesuai dengan tujuan APVA, yaitu memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional di Indonesia.

Ikuti aturan resmi BI, agar nantinya APVA menjadi organisasi yang baik dan maju di mata dunia,” ujarnya lagi. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved