Pemilu 2019

Koster Imbau Seluruh Warga Bali Gunakan Hak Pilihnya, Harapkan Partisipasi Pemilih Sah 80 Persen

Pelaksanaan pemilu serentak akan digelar dua minggu lagi. Gubernur Bali I Wayan Koster mengimbau agar seluruh warga Bali menggunakan hak pilihnya.

Koster Imbau Seluruh Warga Bali Gunakan Hak Pilihnya, Harapkan Partisipasi Pemilih Sah 80 Persen
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Surat imbauan bersama Gubernur Bali, Ketua PHDI Bali dan Bendesa agung MUDP terkait pemilu serentak 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan pemilu serentak akan digelar dua minggu lagi. Gubernur Bali I Wayan Koster mengimbau agar seluruh warga Bali menggunakan hak pilihnya. 

Imbauan ini juga diserukan oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sudiana dan Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Jero Gede Suwena Putus Upadesha di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (4/4/2019).

"Kami mengajak masyarakat Bali secara bersama-sama mensukseskan Pemilu serentak tahun 2019 dengan menciptakan situasi yang kondusif, aman, nyaman dan damai sesuai imbauan Bapak Presiden Joko Widodo."

 "Marilah kita jaga nama baik Bali di hadapan masyarajat nasional dan internasional sebagai pulau yang memiliki perabadan dengan budaya tinggi serta sebagai destinasi wisata dunia," kata Koster. 

Sehubungan dengan hal itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Bali yang memiliki hak pilih agar menggunakan hak pilihnya nanti pada tanggal 17 April 2019. 

Baca: BREAKING NEWS: Mantan Wagub Bali Ketut Sudikerta Ditangkap Polda Bali di Bandara Ngurah Rai

Baca: Ombudsman Bali Sayangkan Masih Ada Masyarakat Terkena Penipuan CPNS

Selanjutnya agar seluruh orang Bali menggunakan hak pilih sebagai warga negara yang bertanggung jawab dengan berbondong-bondong datang ke TPS masing untuk memilih pemimpin bangsa Presiden dan Wakil Presiden serta wakil rakyat DPD, DPR dan DPRD.

Koster juga mengimbau agar perusahaan swasta yang beroperasi saat pemilu dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk menggunakan hak pilihnya. Salah satu caranya dengan menggunakan sistem shifting. 

"Kepada perusahan swasta agar tetap memberikan kesempatan kepada karyawannya, misalnya bisa menggunakn cara shift. Misalnya siapa dulu shift pertama, pulang, gunakan hak pilihnya, balik sebentar. Terus yang berikut pulang, saya kira bisa bergantian," tuturnya. 

Ia membantah dirinya memberikan imbauan tersebut kerena takut warga Bali yang golput (tidak menggunakan hak pilihnya).

Namun, imbauan sejatinya untuk mengantisiasi warga yang takut menggunakan hak pilih karena hoax, meningkatkan tingkat partisiasi warga dan hak kewajiban sebagai warga negara dalam pemerintahan.  

Baca: Hindari Transaksi Penukaran Valas Melalui Money Changer Ilegal

Baca: Karya Agung Pertama dalam Sejarah Desa Pakraman Lebu, Digelar di Tiga Pura Sekaligus

"Kalau di Bali  bukan takut atau risau terhadap golput tapi saya ingin tingkatkan partisipasi pemilih datang ke TPS. Kalau Pilgub yang dulu angka partisipasinya 72 persen kita berharap agar di Bali itu tingkat kehadiran partisipasi dan suara sahnya bisa mencapai 80 persen. Itu harapan saya, sehingga jumlah pemilih Bali yang mencapai 3 juta itu akan bermanfaat untuk menentukan kepemimpinan nasional lima  tahun ke depan," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Jero Gede Suwena Putus Upadesha mengatakan, imbauan ini diserukan karena sebagai warga sekaligus umat beragama, warga Bali wajib mematuhi peraturan adat dan negara yang telah ditetapkan.

Baca: Pemkab Tak Kunjung Beri Penanganan, Krama Ngutang Beli Pipa Perbaiki Irigasi Terdampak Bencana

Baca: Ciptakan Demokrasi Sejuk, Muslim Gianyar Deklarasi Ciptakan Pemilu Damai

Sejumlah banjar di desa-desa akan dijadikan TPS oleh KPU. Maka, ia juga telah memberi instruksi kepada seluruh bendesa adat dan pecalang untuk ikut membantu menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. 

"Banyak warga Bali yang melaksanakan kegiatan dharma agama yaitu ngaben dan odalan saat pemilu digelar. Kami mohon supaya mengatur diri  agar datang ke TPS yang telah ditentukan. Ini penting karena sangat menentukan apa yang kita laksanakan,  Dharmaning agama dan Dharmaning Negara. Kita harapkan dengan ini tidak ada yang golput, sehingga kita semua bisa guyup," imbau Jero Gde Suwena. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved