Cegah Penyelundupan Hasil Perikanan Jalur Udara, Bandara Ngurah Rai Kerja Sama dengan BKIPM Denpasar

Dalam menjalankan pengawasan lalu lintas distribusi hasil perikanan melalui bandara, manajemen bandara bekerja sama dengan BKIPM Denpasar

Cegah Penyelundupan Hasil Perikanan Jalur Udara, Bandara Ngurah Rai Kerja Sama dengan BKIPM Denpasar
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Pengawasan Hasil Perikanan Kelas I Denpasar. 

Dimana BKIPM Denpasar selaku lembaga yang diberi mandat oleh undang-undang untuk menjalankan fungsinya dalam pengawasan lalu lintas pegerakan hasi perikanan di bandara.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Nomor 866/BKIPM/II/2019 dan SP.32/HK.09.01/2019/DU yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 14 Februari 2019 silam di Jakarta.

Tujuan dari MoU tersebut adalah untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui bandara di wilayah PT Angkasa Pura I (Persero) sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

Ruang lingkup kerja sama kedua institusi akan mencakup pemanfaatan x-ray scanner dalam pemeriksaan barang logistik, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pemeriksaan fisik di terminal penumpang dan terminal kargo, serta pemanfaatan akses CCTV dalam fungsi pengawasan.

Baca: Tingkatkan Layanan, Garuda Indonesia Luncurkan Fitur Layanan Virtual Reality Experience

Baca: Dorong Produktivitas Tangkapan, XL Axiata Kenalkan Aplikasi Laut Nusantara ke Nelayan Banyuwangi

Dalam periode tahun 2017 hingga triwulan 1 tahun 2019, unit Airport Security Department Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster dengan jumlah total 129 kantong, 2 kardus dan 1 tas koper.

“Hal ini tentunya masih dapat ditingkatkan lagi melalui peningkatan sinergi dan kerja sama. Dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini, maka kinerja dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyelundupan hasil perikanan dapat terus meningkat,” tambah Haruman.

Sementara itu Kepala BKIPM Denpasar, Anwar mengatakan kerja sama sebelumnya output yang dihasilkan cukup bermanfaat khususnya dalam pencegahan penyelundupan hasil perikanan.

“Kami dari pihak BKIPM merasakan betul manfaat daripada hasil kerja sama ini. Kami merasakan suatu output di luar ekspektasi kami selama 2 tahun ini,” ungkap Anwar.

Selama triwulan pertama 2019 ini, terdapat tiga kasus upaya penyelundupan bibit lobster keluar dari Bali, yang semuanya berhasil digagalkan.

Dalam tiga kasus tersebut, personel Aviation Security Bandara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan masing-masing sebanyak 15, 38, dan 16 kantong berisi bibit lobster.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved