Pemprov Bali Akhirnya Laporkan Dugaan Penipuan CPNS ke Polda Bali

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah akhirnya melaporkan dugaan penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil

Pemprov Bali Akhirnya Laporkan Dugaan Penipuan CPNS ke Polda Bali
Tribun Bali / I Wayan Sui Suadnyana
Kepala BKD Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana menunjukkan barang bukti dugaan penipuan CPNS saat ditemui di kantornya, Senin (1/4/2019) pagi 

Selain itu, dijelaskan Lihadnyana, indikasi bahwa hal ini adalah palsu bisa dilihat dari tanda tangan atas nama kepala BKD sebelumnya yang dicurigai menggunakan scanner dan cap BKD juga berukuran yang berukuran lebih kecil.

Peserta juga mengaku tidak pernah mengikuti testing dan tidak mungkin peserta sudah mendapatkan NIP karena masih berproses di BKN.

"Banyak kejanggalan-kejanggalan yang bisa kita ungkap dari keadaan seperti ini," tutur Lihadnyana.

Pada saat kedatangan peserta itu, Lihadnyana menjelaskan kepada mereka bahwa pemerintah tidak mungkin menerima CPNS tanpa adanya testing dan semuanya sudah melalui proses yang dikerjakan oleh sistem.

Mengenai hal ini, Lihadnyana pada saat itu memang mengaku akan melaporkan secara resmi ke pihak kepolisan atas nama lembaga.

"Saya akan melaporkan resmi ini atas nama lembaga tapinya harus lapor dulu ke pimpinan kan. Dan Pak Gubernur sangat setuju. Justru didorong kita agar kedepan ini menjadi satu hal yang merupakan komitmen Pemprov Bali bagaimana semuanya agar clear," jelasnya.

Terkait ada kecurigaan orang dalam, Lihadnyana mengatakan biarkan prosesnya nanti agar dikembangkan oleh pihak kepolisian. Ditegaskan jika memang ada orang dalam yang terlibat maka nantinya akan langsung dipecat.

Sementara itu, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali sangat menyayangkan masih adanya masyarakat yang tertipu dengan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang disebabkan oleh oknum tertentu.

Baca: Pemerintah Segera Lelang Surat Utang Negara Rp 30 Triliun

Baca: 253 anggota Polres Badung Akan Amankan Kampanye Terbuka di Lapangan Kopral Surem Desa Blakiuh  

Ombudsman menilai, dengan adanya penipuan ini sebagai tanda bahwa publik belum sepenuhnya mengetahui sistem penerimaan CPNS yang saat ini sudah dilakukan dengan sistem yang sangat transparan.

Kepala Ombudsman RI Bali, Umar Ibnu Alkhatab menjelaskan bahwa seleksi penerimaan CPNS yang dilakukan pemerintah kali ini sudah mengadopsi ujian yang berbasis komputer.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved