Peradah: Pergub Sampah Plastik Berpihak Pada Petani, Pengusaha Jajan Bali dan Wirausaha Muda

Kebijakan ini bukan hanya sebagai upaya dalam memerangi plastik tetapi juga memihak para petani, pengusaha jajan Bali dan wirausaha muda

Peradah: Pergub Sampah Plastik Berpihak Pada Petani, Pengusaha Jajan Bali dan Wirausaha Muda
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Penggunaan plastik di Pasar Badung. Inzet: Kadek Widanti (33) pedagang pakaian yang mendukung adanya Pergub Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, di Pasar Badung, Jl. Sulawesi No.1, Kota Denpasar, Bali, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemprov Bali dalam hal ini Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 tahun 2018.

Pergub tersebut guna menciptakan kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

Kepala Bidang Komunikasi Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu (DPP Peradah) Indonesia Bali, I Ketut Bagus Arjana Wira Putra menilai kebijakan ini bukan hanya sebagai upaya dalam memerangi plastik tetapi juga memihak para petani, pengusaha jajan Bali dan wirausaha muda.

Hal itu karena kehadiran Pergub tersebut sangat dirasakan, salah satunya di ruang rapat Pemprov Bali.

Dicontohkan, saat rapat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali, audiensi di Kantor Gubernur Bali dan TP PKK Provinsi Bali, sudah tidak lagi memakai minuman kemasan dan tidak ada jajan yang dibungkus plastik.

“Tidak hanya Pemerintah Provinsi Bali yang mulai berkomitmen, namun saat saya membahas Raperda Desa Adat di DPRD Bali, minuman kemasan dan konsumsi yang (dibungkus) berbahan plastik tidak lagi diperbolehkan,” katanya.

Baca: Polres Bangli Bagi-bagi Masker di Objek Wisata Penelokan

Baca: Tak Hanya Putri Diana, 4 Putri Bangsawan Ini juga Mengalami Akhir Hidup yang Tragis

Dengan penerapan pengurangan plastik, kini setiap rapat jajanan yang diseiapkan antara lain singkong, jagung, kacang dan jajajan Bali yang tidak menggunakan bungkus plastik.

Selain itu, juga menumbuhkan kreativitas anak muda dalam emnciptaka produk pengganti plastik.

“Pemerintah Provinsi Bali secara tidak langsung membuka peluang usaha bagi generasi muda untuk memproduksi dan menjual goody bag, membuat sedotan dari bahan bambu dan sendok dari bahan kayu untuk dijual,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved