Pihak Ketut Sudikerta Minta Penangguhan Penahanan, Ini Jawaban Kombes Pol Yuliar

Dari pihak Sudikerta melakukan pengajuan karena Sudikerta mengalami sakit. tim Polda Bali tidak menyetujui permintaan tersebut.

Pihak Ketut Sudikerta Minta Penangguhan Penahanan, Ini Jawaban Kombes Pol Yuliar
TRIBUN BALI/BUSRAH ARDANS
Sekitar pukul 17.35 WITA, Sudikerta yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye bertuliskan Tahanan Polda Bali melewati lorong kantor Ditreskrimsus Polda Bali, seusai bertemu keluarga, Jumat (5/4/2019). 

Pihak Ketut Sudikerta Minta Penangguhan Penahanan, Ini Jawaban Kombes Pol Yuliar

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dir Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho saat diwawancarai Tribun-Bali.com, malam ini mengatakan, pihaknya menerima surat penangguhan penahanan dari pihak Ketut Sudikerta.

Namun, tim Polda Bali tidak menyetujui permintaan tersebut.

Dari pihak Sudikerta melakukan pengajuan karena Sudikerta mengalami sakit.

"Pengajuan Penangguhan penahanan itu sudah masuk ke kita yang merupakan permintaan dari tersangka, tapi sementara kita gak ACC. Kalau sakit kan ada rumah sakit Bhayangkara kita, bagus kok," kata Yuliar kepada Tribun-Bali.com.

Baca: Pakai Sandal dan Tangan Terborgol, Sudikerta Temui Keluarga, Dayu Sudikerta: Bapak Sehat

Baca: Komang Abdi Main Ponsel saat Hujan Petir, Saksi: Kilatan Sebesar Bola Sepak Menyambar Korban

Baca: Libido Wanita Meningkat di Usia 30-40 Tahun, Begini 3 Cara untuk Mengantarkannya ke Puncak

Baca: Mantra Jaran Goyang yang Ternama, Begini Cara Mengetahui Seseorang Sudah Terkena Pelet

Yuliar juga menyebut, surat pengajuan tersebut masuk pada hari ini, Jumat (5/4/2019).

Ditanya berkaitan dengan keluarnya Sudikerta dari ruangan penyidik, dia menuturkan tidak adanya pemeriksaan pada sore tadi.

"Tadi belum ada pemeriksaan, cuma itu aja ada masalah tanda-tangan atau bagaimanapun. Gak pemeriksaan. Tadi cuma bertemu dengan penasehat hukumnya," jawabnya.

Sementara itu, dalam wawancara dengan wartawan, siang tadi, Di Reskrimsus menurut, Jumat hari ini, pihaknya kembali memeriksa tersangka lainnya, Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung.

"Tadi yang diperiksa Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung. Mereka diperiksa sebagai tindak lanjut dari Commander Wish-nya pak Kapolda salah satunya tentang mafia tanah.

"Nah keduanya ini kan termasuk yang dipercaya pihak Pura. Untuk dugaan kasus di Balangan inikan sudah banyak pihak yang merasa tertipu. Jadi dalam tanda kutip oknum yang di atas ini yang mengambil semuanya, termasuk Wayan Wakil, Anak Agung, mereka tidak memberikan hasil kepada sekumpulan orang yang berada di Pura, itu kan kasian," kata Yuliar. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved