Politikus Senior Golkar Bali Sudikerta Ditangkap di Bandara, Demer Langsung Lapor Airlangga

Salah satu politikus senior Golkar Bali yang juga calon anggota legislatif (caleg) DPR RI Dapil Bali, Ketut Sudikerta

Politikus Senior Golkar Bali Sudikerta Ditangkap di Bandara, Demer Langsung Lapor Airlangga
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Mantan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat diperiksa Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali, Kamis (4/4/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jagat politik Bali terguncang dua minggu jelang coblosan Pemilu Serentak 2019.

Salah satu politikus senior Golkar Bali yang juga calon anggota legislatif (caleg) DPR RI Dapil Bali, Ketut Sudikerta, malah ditangkap di Bandara Ngurah Rai kemudian ditahan di Rutan Polda Bali, Kamis (4/4).

Mantan Wakil Gubernur Bali dan Ketua DPD I Golkar Bali ini sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali dalam dugaan kasus tindak pidana penipuan atau penggelapan dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 150 miliar.

Baca: Terungkap! Nama Mantan Wagub Bali Sudikerta Sebelumnya Telah Masuk Dalam Daftar Cegah Imigrasi

Menyikapi penahanan salah satu pentolan Golkar Bali ini, Plt Ketua Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer saat dikonfirmasi memilih tidak mau berkomentar terlalu banyak.

Demer mengatakan bahwa sanksi terhadap Sudikerta itu sudah lebih dahulu dijatuhkan oleh DPP Golkar.

"Di kami sudah jelas. (Sudikerta) kena sanksi. Diberhentikan dari kepengurusan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (4/4).

Mengenai apakah pihaknya akan memberi bantuan hukum kepada Sudikerta, politikus yang juga caleg DPR RI Dapil Bali ini memilih menjawab secara diplomatis.

Baca: Ketut Sudikerta Resmi Ditahan di Rutan Polda Bali, Polisi Beberkan Kronologi & 2 Alasan Penahanannya

Plt ketua Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih
Plt ketua Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih (Tribun Bali)

Demer mengaku pihaknya masih harus merundingkannya terlebih dulu di internal partai.

"Nanti akan kami rundingkan dulu bersama teman-teman (di partai). Tapi, sepanjang diminta, pasti akan dibantu," papar Demer, yang kini menggantikan posisi Sudikerta sebagai Ketua DPD I Golkar Bali.

Hanya saja, ia menjelaskan bahwa peristiwa penahanan Sudikerta ini langsung dilaporkan ke Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto'.

Saat ini pihaknya masih akan berkoordinasi mengenai sikap resmi Golkar terkait penahanan Sudikerta itu.

"Tentu saya akan lapor ke ketua dulu. Baru setelah itu bagaimana langkah-langkah selanjutnya," tambahnya.

Sedangkan menyangkut nasib Sudikerta yang juga mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, Demer menyebutkan itu merupakan kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali.

Selama ini, kata dia, sebelum kasusnya belum berkekuatan hukum tetap atau inkracht, Sudikerta masih aman.

"Selama itu belum incrahct, biasanya belum dicoret KPU. Tapi yang jelas, di kami (partai), dia sudah kena sanksi. Diberhentikan dari kepengurusan," pungkasnya. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved