Pusat Kebudayaan Bali Berkapasitas 20 Ribu Orang Bakal Dibangun di Eks Galian C Klungkung

Gubernur Bali Wayan Koster saat ini sedang menyiapkan konsep pembangunan pusat kebudayaan Bali, dan rencananya akan dibangun di eks galian C Klungkung

Pusat Kebudayaan Bali Berkapasitas 20 Ribu Orang Bakal Dibangun di Eks Galian C Klungkung
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kuliah Umum - Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan kuliah umum terkait visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Gedung Citt√† Kelangen Kampus ISI Denpasar, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster saat ini sedang menyiapkan konsep pembangunan pusat kebudayaan Bali, dan rencananya akan dibangun di bekas lahan (eks) galian C di Kabupaten Klungkung.

Koster mengaku beberapa hari yang lalu sudah menggelar rapat dengan Bupati Klungkung serta Kepala Kanwil Kantor Pertanahan Provinsi Bali dan Klungkung.

Selanjutnya mereka sudah diberi tugas untuk mendata tanah di Desa Gunaksa dan Desa Tangkas, yang merupakan bekas Galian C.

Alasan memilih lokasi tersebut karena tanah eks Galian C itu sudah tidak produktif lagi, sehingga Pemprov Bali berencana memanfaatkannya daripada tidak dipergunakan, di samping juga luasnya mencapai puluhan hektare.

Rencananya lahan yang digunakan mencapai 50 hektare.

Baca: I Dewa Gde Ngurah Wirayudha Jabat Ketua Umum HIPMI Denpasar Masa Bakti 2018-2021

Baca: Suka Berendam Air Panas? Ternyata Ini Manfaatnya, Termasuk Bisa Bakar Kalori 

“Rencananya kalau alam ini memungkinkan dan merestui, itu kita akan bangun pusat kebudayaan Bali di sana, di tanah yang kira-kira luasnya 50 hektare. Baru hebat dia. Nanti ini menjadi salah satu simbol kebudayaan Bali, maka akan dibangun di sana,” kata Koster saat memberikan kuliah umum di Gedung Città Kelangen Kampus ISI Denpasar, Jumat (5/4/2019).

Koster menyebut Pusat kebudayaan Bali ini akan dibangun secara terintegrasi, yang isinya terdiri dari panggung terbuka dengan kapasitas 20 ribu sampai 25 ribu orang, yang didesain menggunakan teknologi modern.

Kemudian juga gedung pentas seni multifungsi yang tertutup dengan kapasitas 2.000 orang.

Berikutnya, akan dibangun museum tematik terdiri dari museum tari, gamelan, arsitektur, kuliner, obat tradisional, wastra (pakaian adat) Bali, dan museum lainnya yang berkaitan dengan kearifan lokal Bali.

“Akan dibangun satu unit per museum dan terintegrasi dalam satu kawasan,” imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved