Gencarkan Pengendalian Rabies, 550 Ribu Vaksin Harus Tuntas Dalam 30 Hari

Terbaru, vaksinasi rabies digencarkan selama 30 hari hingga akhir April 2019 dengan menyiapkan sebanyak 550 ribu lebih vaksin anti rabies (VAR)

Gencarkan Pengendalian Rabies, 550 Ribu Vaksin Harus Tuntas Dalam 30 Hari
Tribun Bali/Dwi Suputra
Infografis: Karangasem dan Buleleng tertinggi rabies dengan 42 kasus, 4 kasus kematian. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengendalian rabies di Bali mulai gencar.

Terbaru, vaksinasi rabies digencarkan selama 30 hari hingga akhir April 2019 dengan menyiapkan sebanyak 550 ribu lebih vaksin anti rabies (VAR).

Ratusan ribu VAR yang disiapkan tersebut sudah harus menyasar sekitar 95 persen dari total jumlah populasi anjing yang ada.

Diperkirakan populasi anjing di Bali mencapai sekitar 630 ribu ekor.

Dalam pelaksanaanya hingga saat ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali mengklaim telah mendistribusikan VAR kepada setiap tim vaksinator yang ada di tiap banjar dan desa.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana mengatakan, tingkat pengendalian rabies masih berkisar di angka 83,32 persen.

Meski begitu masih saja kasus rabies dijumpai.

''Upaya memutus rantai rabies di Bali tanpa cara eliminasi ini mulai kita giatkan secara intensif. Dari yang sebelumnya butuh waktu hingga 3 bulan, sekarang harus tuntas dalam waktu 30 hari,'' tegasnya, Jumat (5/4/2019).

Baca: Motor Bekas Tahun Tua Ternyata Masih Banyak Dicari, Asalkan Penuhi Syarat Ini

Baca: The Next Riko Simanjuntak Resmi Dikontrak Dua Musim, Fahmi: Bali United Tim Bagus

Gerakan intensif ini secara serentak akan fokus menyasar 3 Zona Merah yakni di Karangasem, Buleleng dan Bangli.

Ketiga wilayah ini angka kasus rabies sangat tinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus rabies terakhir pada 2018 lalu tercatat ada 149 kasus.

Karangasem dan Buleleng menempati peringkat tertinggi dengan jumlah 42 kasus, termasuk ada 4 kasus didalamnya menyebabkan kematian.

Sementara, dalam triwulan awal 2019 ini saja sudah terjadi 45 kasus rabies.

Karangasem kembali menjadi daerah tertinggi dengan jumlah 15 kasus, termasuk ada 1 kasus sebabkan kematian di Bangli karena tidak mau divaksin.

''Untuk Denpasar dan Tabanan masih tetap zero kasus hingga saat ini,'' tambahnya.

Baca: Nantikan Peluncuran Mulaimerintis.com, Platform Edukasi Pertama di Bali

Baca: Ibu 2 Anak Ini Berkeliling Menawarkan Ginjalnya untuk Biaya Pengobatan Suaminya

Tim Vaksinator 660 Orang

Mendukung gerakan intensif ini, sejumlah persiapan mulai dari aspek sumber daya hingga logistik sudah siap bergerak menyasar anjing yang belum divaksin.

''Selain kesiapan logistik, kesiagaan tim vaksinator kami mencapai 660 orang dan tersebar di seluruh daerah,'' kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana.

Kendati demikian, komitmen petugas ini tetap membutuhkan kontribusi aktif dari masyarakat sendiri.

''Diharapkan warga yang punya hewan peliharaan dengan kategori HPR seperti anjing, kucing dan kera agar segera dibawa ke posko dan petugas di banjar masing-masing,'' imbaunya.

Sebagai informasi, anggaran dalam gerakan ini datang dari APBN sebanyak Rp 18 miliar dan APBD Provinsi Bali sebanyak Rp 5 miliar. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved