Kuasa Hukum Sebut Sudikerta Alami Gangguan di Syaraf, Besok Akan Ajukan Penangguhan Penahanan  

Upaya tersebut dicetuskan oleh tim penasehat hukum setelah menerima informasi bahwa Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali

Kuasa Hukum Sebut Sudikerta Alami Gangguan di Syaraf, Besok Akan Ajukan Penangguhan Penahanan  
Kolase
Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta saat masih mengikuti Pilgub Bali dan kemarin, Jumat (5/4/2019) sore saat sudah menjadi tahanan Polda Bali 

Namun, dia menyayangkan sekaligus mencurigai ada pihak-pihak yang memanfaatkan peristiwa tersebut dengan membuat kabar bahwa Sudikerta akan melarikan diri ke Singapura.

Sumardika menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

"Begini, beliau dalam rangka ke Jakarta. Itu untuk mengupayakan penyelesaian kasus ini. Mungkin ada pihak yang mau membeli aset, dengan tujuan untuk menyelesaikan kasus di Polda ini. Tidak ada maksud lain. Tidak mungkin lah yang namanya Ketut Sudikerta, sekarang lagi nyaleg DPR RI dan beliau sangat kuat elektabilitasnya. Jadi ndak mungkin meninggalkan Bali hanya gara-gara itu. Jadi cuma miskomunikasi saja," tegasnya.

Ia menaruh curiga ada pihak-pihak yang menyebarkan isu tidak sedap tersebut.

"Saya curiga juga ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan kesempatan itu. Kan ini zamannya politik. Kami curiga itu. Makanya, harus kita luruskan sekarang. Dimanfaatkan, dengan melempar isu Pak Sudikerta akan melarikan diri, kabur mau ke Singapura. Kami bilang ada pihak-pihak yang memanfaatkan. Jadi isu mengenai klien kami akan melarikan diri ke Singapura, itu tidak benar," jelas Sumardika.

Justru, ia menegaskan, Sudikerta hendak ke Jakarta karena ada janji untuk membahas sesuatu yang bisa menyelesaikan persoalan di Bali.

Saat ditanya apakah penahanan Sudikerta akan menggerus elektabilitasnya, Sumardika meyakini hal itu tidak akan terjadi. Ia menambahkan, dukungan terhadap Sudikerta masih solid.

"Sepanjang yang kami amati, masih solid dukungan terhadap dia di bawah. Karena penggalangan dukungan dari partai, tim relawan, itu terstruktur dengan baik. Beliau punya basis massa, kantong-kantong suara, secara riil gitu. Jadi tidak terpengaruh," jawabnya dengan yakin.(*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved