Pemerintah Pusat Buka Kuota Transmigrasi, Buleleng Baru Dua KK Ajukan Jadi Transmigran

Pemerintah pusat tahun 2019 ini disebut-sebut telah membuka kuota transmigrasi bagi masyarakat Bali khususnya Buleleng

Tribun Bali/Kolase
(Ilustrasi Transmigrasi. Foto tidak terkait berita) Pemerintah pusat tahun 2019 ini disebut-sebut telah membuka kuota transmigrasi bagi masyarakat Bali khususnya Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah pusat tahun 2019 ini disebut-sebut telah membuka kuota transmigrasi bagi masyarakat Bali khususnya Buleleng.

Rencananya, para transmigran diproyeksikan menjadi petani, dan akan diarahkan ke Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tengga Timur.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Dewa Susrama dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, pada program transmigrasi tahun 2019 ini, setiap kepala keluarga akan diarahkan membuka lahan seluas dua hektare untuk perkebunan tebu.

Pihaknya pun diakui Susrama sudah terjun ke lokasi mengecek kondisi lahan yang ada.

Baca: Penemuan Koper Hitam di Wantilan Pura Watu Klotok Kagetkan Warga, Ternyata Ini Isinya

Baca: Tak Basa Basi, Vanessa Angel Minta Langsung Intim, Hal ini Wajib Dilakukan Saat Pesawat Landing

Hasilnya, pemukiman serta fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan balai pertemuan telah disediakan oleh pemerintah pusat.

"Lokasinya itu sekitar 1.5 jam perjalanan dari Bandara Waingapu," katanya.

Diakui Susrama, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui aparat pemerintah desa terkait program transmigrasi ini.

Tercatat, baru dua kepala keluarga yang telah mengajukan diri sebagai calon transmigran.

Baca: TERUNGKAP! Ada yang Lakukan hal ini Sebelum 10 Orang Tersambar Petir dan 2 Orang Tewas di Jembrana

Baca: 5 Hotel Mewah di Kawasan Seminyak Bali dengan Tarif di Bawah Rp 1 Juta

Kendati telah mendaftarkan diri, para calon transmigran itu nantinya akan menjalani proses seleksi, dan dipastikan memiliki kemampuan bertani.

"Belum ada kepastian dari Pemprov Bali terkait kuota transmigrasi bagi kabupaten/kota. Namun kami ingin para transmigran yang berangkat benar-benar bisa bertani, sehingga bisa bertahan di sana," terangnya.

Sebelum diberangkatkan, para transmigran nantinya akan diberi pelatihan dan penyuluhan mengenai pertanian dan perkebunan sebagai bekal mereka menjalani hidup di tempat tujuan.

Biaya keberangkatan serta peralatan pertanian akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved