Sampah di Denpasar Bisa Dikonvesi Menjadi Emas, Begini Caranya

Dijelaskannya, inovasi ini merupakan upaya konkret menanggulangi permasalahan sampah sesuai dengan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018

Sampah di Denpasar Bisa Dikonvesi Menjadi Emas, Begini Caranya
Kolase Tribun Bali/Dok DLHK Denpasar
Kegiatan bersih-bersih di Pantai Metasari, Sanur, Denpasar Selatan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR --  Kabar baik bagi warga Kota Denpasar yang sadar lingkungan dan kebersihan.

Sampah  di  ibu kota Provinsi Bali ini  bisa dikonvensi menjadi emas. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ketut Wisada mengatakan sejalan dengan Kebijakan dan Strategi Nasional  (Jakstranas) dan untuk mengurangi beban TPA Suwung, DLHK Kota Denpasar telah merajut MoU dengan PT. Pegadaian Persero bersama stakeholder terkait lainnya. 

"Untuk selanjutnya 120 Bank Sampah di seluruh Kota Denpasar terkoneksi dengan aplikasi Sidarling (Sistem Aplikasi Sadar Lingkungan) yang telah diluncurkan pada HUT ke-231 Kota Denpasar tahun 2019. Melalui kerja sama dengan PT. Pegadaian juga  memungkinkan tabungan sampah di Bank Sampah dapat dikonversi ke dalam bentuk tabungan emas," kata Wisada, Sabtu (6/4). 

Dijelaskannya, inovasi ini merupakan upaya konkret  menanggulangi permasalahan sampah sesuai dengan Peraturan Walikota  Denpasar Nomor  36 Tahun 2018 mengenai Pengurangan Penggunaan Sampah Plastik.

Pada hari Sabtu (6/4) kemarin berlangsung kegiatan bersih-bersih Pantai Metasari, Sanur, Denpasar Selatan. 

Acara ini digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar bekerjasama dengan PT. Pegadaian Persero dan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Kota Denpasar.

Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara mengatakan kegiatan bersih pantai  merupakan  upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan kantong  plastik.

"Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik tentu harus disikapi dengan penuh kesadaran antara pemerintah, perusahaan, masyarakat dan stakeholder lainnya dengan aksi nyata. Sinergi baik yang tercipta tentu akan mempercepat capaian program pembangunan di Kota Denpasar sesuai visi misi Kota Denpasar sebagai Kota Kreatif Berwawasan Budaya” kata Rai Iswara.

Pimpinan Wilayah VII PT. Pegadaian Persero, Nuril Islamiah dalam sambutannya mengatakan, kegiatan bersih lingkungan  ini  serentak dilakukan di 12 lokasi di seluruh Indonesia.  Kegiatan tersebut melibatkan kurang lebih 6.000 peserta. 

"Untuk kegiatan di Kota Denpasar yang dilibatkan mencapai sekitar 500-an peserta dari segala lapisan masyarakat, kantor perusahaan dan dinas. Selain kegiatan bersih pantai, juga dilaksanakan pemecahan rekor MURI Pembukaan Tabungan Emas dan pembagian sekitar 1.000  tas ramah lingkungan oleh DPC IWAPI Kota Denpasar,"  demikian Nuril. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved