Tampil di Belanda, Republik Ceko dan Prancis, Andika Kenalkan Musisi Legendaris  Indonesia ke Eropa 

Pria yang populer dengan nama panggung Westside MuzeeQ ini diundang untuk memeriahkan pameran koleksi musik terbesar di dunia

Tampil di Belanda, Republik Ceko dan Prancis, Andika Kenalkan Musisi Legendaris  Indonesia ke Eropa 
Tribun Bali/Rizal Fanany
Andhika Gautama atau Westside Muzeeq menunjukkan kepingan vinyl lawas bernuansa psychedelic funk dari musisi legendaris Indonesia tahun 70'-80an di kediamannya, Renon, Sabtu (6/4/2019). Track yang populer di Indonesia era 70-an ini akan jadi satu dari sekian playlist yang ia susun untuk ditampilkan di Record Planet di Utrecht, Belanda pada 13-14 April mendatang. (tribun bali/rizal fanany)   

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pria yang populer dengan nama panggung Westside MuzeeQ ini diundang untuk memeriahkan pameran koleksi musik terbesar di dunia bertajuk Record Planet di Kota Utrecht, Belanda pada 13-14 April 2019. 

Westside Muzeeq merupakan satu-satunya Disc Jockey (DJ) dari Bali, Indonesia bahkan Asia Tenggara yang tampil di ajang pameran terbesar dan bergengsi bagi kolektor vinyl di dunia tersebut. Di sana ia akan berada satu panggung dengan DJ dan kolektor musik kondang dari negara-negara lainnya. 

Tak hanya itu, ia pun diundang untuk memutarkan koleksi piringan hitamnya (vinyl session) di enam lokasi berbeda di tiga negara yaitu Republik Ceko, Belanda dan Prancis.

Westside MuzeeQ telah meracik playlist (komposisi nomor lagu) dari banyak musisi legendaris asal tanah air untuk diperdengarkan pada khalayak dunia.

Sehari sebelum keberangkatannya, Tribun Bali berkesempatan mendengarkan salah satu nomor lagu andalannya melalui format vinyl di kediamannya di bilangan Tukad Yeh Penet, Renon, Denpasar, Sabtu (6/4). 

Sembari memakai topi pet andalannya, ia antusias memutarkan nomor lawas dari musisi pop legendaris Indonesia, Broery Marantika berjudul Lembe-lembe. 

Lembe-lembe merupakan lagu daerah yang digubah Broery and The Pro's dengan menambahkan sentuhan psychedelic funk. Track yang populer di Indonesia era 70-an ini akan menjadi satu dari sekian playlist yang akan ia putar. 

''Daftar lagu saya nanti meskipun memang tidak begitu populer di telinga publik tapi punya karakter musikalitas tersendiri dan mudah digemari. Walau kita berada di era musik para milenial,'' ujarnya.

Ia  mempunyai misi kultural tersendiri, yaitu ingin mengembalikan kejayaan musik Indonesia di antaranya dengan memutarkan karya emas anak bangsa melalui vinyl session.  Total 50 keping album musik anak negeri dari 3.000 keping album format vinyl miliknya yang akan ia bawa dalam lawatan ke Eropa tahun ini. 

Secara khusus album genre Psychedelic Funk Rock & Soul asli Indonesia era 1950-1970-an yang akan diputarnya nanti.  Seperti Benjamin Sueb, Black Brothers, Broery, Dedy Dores, Ernie Djohan, Band Borobudur hingga musik gamelan Bali dan Jawa bakal menjadi track kejutan di panggungnya.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved