TERUNGKAP! Ada yang Lakukan hal ini Sebelum 10 Orang Tersambar Petir dan 2 Orang Tewas di Jembrana

TERUNGKAP! Ada yang Lakukan hal ini Sebelum 10 Orang Tersambar Petir dan 2 Orang Tewas di Jembrana

TERUNGKAP! Ada yang Lakukan hal ini Sebelum 10 Orang Tersambar Petir dan 2 Orang Tewas di Jembrana
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Sayu Putu Nami didampingi anaknya, Kadek Kawiana (34). 

Data terbaru, dua orang meninggal dunia Ni Luh Niarti (50) dan Ni Luh Tarmi (41) dari Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Sedangkan, delapan orang lainnya yang tersambar petir dan selamat yaitu Dewa Kade Wibawa dari Banjar Wali Desa Yehembang, Sayu Putu Nami (55) dari Banjar Wali, Ni Nengah Ariani (45) dari Banjar Wali, Ni Nyoman Kormi (50) dari Banjar Bale Agung, Sayu Kade Sunarti (50) dari Banjar Wali, Ni Luh Darmawati (40) dari Banjar Kaleran, Ni Ketut Diah Raini Purnami (53) dari Banjar Wali, Ni Nyoman Rudi (45) dari Banjar Kaleran.

Enam korban selamat sudah dipulangkan dan masih menjalani rawat jalan.

Sebagian besar diantaranya mengeluhkan sakit pada kaki dan tubuhnya masih lemas.

Korban lainnya yang masih dirawat di RSU Negara, Dewa Kade Wibawa asal Banjar Wali Desa Yehembang, Mendoyo yang ditemui di sal D RSU Negara mengaku masih sakit pada badannya.

"Suami saya kata dokter ada keluhan pada jantungnya. Sehingga belum bisa pulang. Tapi sudah mulai bisa makan," jelasnya kepada istrinya, Dewa Ayu Komang Konten istri Dewa Kade Wibawa, kemarin, ketika ditanya wartawan.

Dewa Kade mengaku, saat petir menyambar gubuk saat mereka baru saja selesai makan siang.

"Dua korban yang meninggal posisi berdiri dan ada di dekat saya. Saat itu dia terpelanting dan shok serta sempat tidak sadarkan diri," jelasnya.(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved