Begini Cara Menunjukkan Rasa Empati Kepada Korban Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual pun bisa terjadi melalu verbal atau lisan berupa ucapan atau komentar yang tidak diinginkan.

Begini Cara Menunjukkan Rasa Empati Kepada Korban Kekerasan Seksual
tangkap layar tribun video
Ilustrasi 

Begini Cara Menunjukkan Rasa Empati Kepada Korban Kekerasan Seksual

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kekerasan seksual terjadi tidak hanya semata karena adanya hubungan seksual saja.

Kekerasan seksual pun bisa terjadi melalu verbal atau lisan berupa ucapan atau komentar yang tidak diinginkan.

Apa yang harus dilakukan jika menjadi korban kekerasan seksual?

"Korban tetap tetap melaporkan. Korban sudah tau memilih lembaga yang dikuatkan oleh pemerintah dan pastilah kerahasiaannya terjaga. Kalau lembaga P2TP2A, LBH APIK mereka bisa menjaga kerahasiaan korban kekerasan seksual,"

Baca: Wajib Tahu, Tindakan Ini Masuk Kategori Kekerasan Seksual, Jika Mengalami Ini yang Harus Dilakukan

Baca: Bisa Dilakukan di Rumah, Begini Cara Kesetiaan Bisa Diukur Secara Sain

Baca: Live Streaming Final Piala Presiden Persebaya Vs Arema FC di Indosiar, Besok Kick-off 16.30 WITA

"Dan itu saat kita menjalani proses persidangan dan proses lainnya tidak ada yang terungkap. Sehingga korban kekerasan seksual tetap siap memilih hidupnya menikah atau tidak menikah, tetap sehat mencari uang, bergaul, dan tidak memerlakukan lelaki tidak wajar dengan dalih balas dendam atau menarik diri dari lingkungan dan tergantung kepada orang tua," ucap dr. Anak Agung Sri Wahyuni, Sp., Kj saat dikorfirmasi Tribun Bali, Senin (8/4/2019).

Pihaknya juga menuturkan korban kekerasan perempuan tetap harus berani bersuara atau melaporkan kepada lembaga yang terkait untuk menyembuhkan diri dari trauma yang dialami.

"Mencegah agar tidak terjadi trauma ini kita bisa lakukan terapi, psikoterapi yang berupa hypnmoterapy, kalau memang depresi berat kita bisa terapi dengan obat, dan tentu tetap konseling dengan psikoterapy. Menguatkan mentalnya dan itu lama atau tidaknya tergantung pribadi korban itu," tambahnya.

Rasa empati bisa ditunjukkan kepada para korban atau penyitas kekerasan seksual yakni dengan cara dengan cara menunjukan lokasi sarana yang bisa melindungi korban seperti YLBH APIK atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2).

Menunjukkan atau mengantar korban ke tempat terapi, dan tetap menganggap para korban seperti orang biasa.

"Bisa ke psikiater. Dan yang perlu diketahui itu seorang psikiater bukan hanya untuk orang sakit jiwa berat atau gila. tetapi untuk mencegah tidak terjadi gangguan jiwa berat," pungkasnya. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved