BPJSTK Banuspa Catat Kecelakaan Kerja 2018 Capai 2.625, Total Klaim Capai Rp 32,7 Miliar

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Kanwil Bali Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa), mencatat pertanggungan kasus kecelakaan

BPJSTK Banuspa Catat Kecelakaan Kerja 2018 Capai 2.625, Total Klaim Capai Rp 32,7 Miliar
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Mobil Keliling BPJS Ketenagakerjaan di Indomarco Mengwi, Badung, Bali, Selasa (15/3/2016). 

Untuk di Kanwil Banuspa, penyakit akibat hubungan kerja ini kasusnya memang sedikit karena jarang perusahaan yang mau mengajukan ke BPJSTK.

“Biasanya pemberi kerja  khawatir jika lingkungan kerjanya dianggap kurang bagus. Kasus penyakit akibat kerja ini biasanya dialami oleh pekerja di perusahaan industri (pabrik),” tegasnya.

Alhasil ada kecenderungan dari perusahaan belum melaporkan, apalagi memang di daerah Banuspa jarang ada industri.

Koordinator Dokter Penasehat, Prof Putu Gede Adiatmika, menjelaskan peran utama dokter penasehat memberikan pertimbangan medis dalam rangka menetapkan kecacatan fungsional maupun cacat anatomis.

“Bila dalam proses antara pengawas tenaga kerja dan BPJS terjadi persamaan persepsi, dia (dokter penasehat) langsung bekerja di situ. Tapi jika ada perbedaan persepsi, di sini peran dokter pengawas menjadi penengah antara pengawas dengan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga kita bisa mendapatkan kesepakatan untuk menetapkan kecacatan fungsional,” ungkapnya.

Sementara itu hingga Maret 2019, jumlah peserta di BPJSTK Banuspa mencapai 744.044 orang.

Dari jumlah itu, BPJSTK cabang Bali Denpasar berhasil mengakuisisi 296.733 orang, dan BPJSTK Bali Gianyar sebanyak 74.249 peserta. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved