Bule Belanda Kumpul Kebo hingga Lakukan Hal Tak Biasa di Buleleng, Warga Sepakat Ambil Langkah ini

Bule Belanda Kumpul Kebo hingga Lakukan Hal Tak Biasa di Buleleng, Warga Sepakat Ambil Langkah ini

Bule Belanda Kumpul Kebo hingga Lakukan Hal Tak Biasa di Buleleng, Warga Sepakat Ambil Langkah ini
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Perbekel Desa Petandakan Wayan Joni Arianto mewakili warga desa setempat saat melaporkan seoramg WNA asal Belanda bernama Johannes Franciscus Peters (60), yang dituding kerap membuat keonaran, Senin (8/4/2019). 

Mengingat Peters sudah berulang kali membuat keonaran, warga di desa setempat pun berharap agar pria kelahiran 20 Agustus 1959 itu tidak lagi tinggal di Desa Petandakan.

Ini ditunjukkan dengan dibuatnya surat pernyataan pada Minggu (7/4/2019), lengkap dengan tanda tangan dari 10 kepala keluarga desa setempat.

Baca: Tak Mau Diajak Berhubungan Intim, Pria Aniaya Istri Siri

"Sepengetahuan kami Peters tidak bekerja. Dia ngontrak diperumahan itu, dan tinggal bersama seorang wanita asal Buleleng. Bisa dibilang mereka kumpul kebo lah. Perempuan itu sebagai penjaminnya.

Selama tinggal di desa ini, Peters memang telah melaporkan diri. Namun kalau sudah terlalu sering membuat keonaran, kami ingin agar pihak berwajib segera bertindak, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya.

Sementara Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma mengaku akan segera menindaklanjuti laporan dari warga tersebut.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mencoba menggali keterangan terlebih dahulu dari teman dekat Peters.

Baca: Paman Tega Rudapaksa Keponakannya Selama 3 Tahun, Jika Tak Dilayani Foto Syur Akan Disebar

Senada dengan Kapolsek Kota, Kepala Imigrasi Singaraja Gusti Agung Komang Artawan juga mengaku akan segera mengecek legalitas keberadaan Peters di Desa Petandakan.

Namun terkait adanya aksi pengancaman, Artawan menilai jika perbuatan itu merupakan tindakan pidana, dan menjadi ranah pihak kepolisian.

"Kami akan cek track recordnya. Apakah yang bersangkutan masuk dengan visa kerja atau visa liburan.

Izinnya masih berlaku atau tidak. Kalau melanggar kami ada pengawasan keimigrasian dan akan ditindaklanjuti," singkatnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved