Hunian Bedah Rumahnya Masih Hancur, Nengah Surata Sekeluarga Terpaksa Numpang Tidur

Hampir 8 bulan sudah Nengah Surata bersama istri dan anaknya harus mengungsi di rumah ibunya karena rumahnya hancur akibat gempa

Hunian Bedah Rumahnya Masih Hancur, Nengah Surata Sekeluarga Terpaksa Numpang Tidur
Tribun Bali/Fredey Mercury
Nengah Surata bersama istri dan kedua anaknya, Minggu (7/4/2019). Disebelah tempatnya bediri merupakan hunian bedah rumah yang kini tinggal lantainya saja. 

“Di rumah itu hanya ada satu kamar dan itu ditempati oleh ibu. Sedangkan kami sekeluarga tidur di ruang keluarga,” ungkapnya.

Perbekel Desa Suter, I Wayan Nyepek mengaku telah melaporkan sejumlah dampak bencana akibat gempa bulan Agustus lalu kepada instansi terkait, serta permohonan bantuan bedah rumah pada Dinas Sosial Provinsi Bali.

Hanya saja, hingga kini permohonan tersebut belum ada tindak lanjut. Ia juga mengaku bahwa dirinyalah yang menyarankan Surata untuk sementara numpang di rumah ibunya daripada tinggal di dapur, mengingat pria 30 tahun itu memiliki anak kecil, dan kini juga memiliki putra berusia tiga bulan.

Nyepek menambahkan, pada musibah gempa bumi Agustus 2018 lalu, sebanyak 16 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Lima diantaranya bahkan merupakan bantuan bedah rumah.

Namun, ia menegaskan hanya kediaman Surata yang mengalami dampak paling parah.

“Rata-rata kerusakannya tidak separah ini (rumah surata). Selain rumah warga, gempa kala itu juga berdampak pada kerusakan sejumlah bangunan suci di Pura Pasek dan Pura Tuluk Biu, bangunan suci milik warga, serta sejumlah fasilitas umum lainnya seperti bale banjar, maupun pura subak. Estimasi kerugian secara keseluruhan mencapai miliaran,” ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved