Kisah Ini Mengajarkan Bahwa Lidah Bisa Menyebabkan Sesuatu yang Fatal, Bahkan Kematian

Karena jika salah berucap maka akibatnya bisa fatal.Kesengsaraan, penyesalan, bahkan hingga kematian.

Kisah Ini Mengajarkan Bahwa Lidah Bisa Menyebabkan Sesuatu yang Fatal, Bahkan Kematian
Tribun Bali/I Putu Supartika
Ilustrasi lontar. 

Ada pula kisah Kumbakarna yang tidur terus menerus dikarenakan salah permintaan.

Kumbakarna adalah pemuja Siwa yang taat.

Saat Brahma akan memberikan anugerah, Brahma takut kalau yang diminta Kumbakarna adalah suka sadah atau kesenangan secara terus menerus.

Sehingga masuklah Dewi Saraswati ke dalam lidah Kumbakarna.

"Saat mengatakan suka sadah meleset menjadi sukta sadah yang artinya tidur terus menerus," tutur Guna.

Karena itulah, maka Kumbakarna tidur dalam waktu yang lama.

Dalam kisah Mahabarata, Rsi Drona bisa dikalahkan saat mendengar kabar Aswatama telah meninggal.

Ketika Bisma gugur di medan perang Kuruksetra, diangkatlah Drona menjadi senopati Kurawa.

Drona tidak bisa dikalahkan.

Akhirnya dicarilah cara, dan didapatkan bahwa titik kelemahannya berada pada anaknya, Aswatama karena Drona sangat sayang kepada anaknya tersebut.

Drona bisa dikalahkan dengan menyebarkan berita bohong atau sekarang disebut hoax, bahwa anaknya yaitu Aswatama telah dibunuh.

Padahal yang dibunuh adalah gajah yang bernama Aswatama.

Ketika mendengar berita tersebut dan juga mengonfirmasi kebenarannya kepada Yudistira, lemaslah Drona.

Pada akhirnya Drona menemui ajalnya karena dipenggal kepalanya oleh Drestajumna. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved