Wajib Tahu, Tindakan Ini Masuk Kategori Kekerasan Seksual, Jika Mengalami Ini yang Harus Dilakukan

Tak sedikit, masyarakat tak memahami atau mengetahui jika suatu tindakan tertentu termasuk dalam kategori kekerasan seksual.

Wajib Tahu, Tindakan Ini Masuk Kategori Kekerasan Seksual, Jika Mengalami Ini yang Harus Dilakukan
tangkap layar tirbunnews
ILUSTRASI: Dokter spesialis kejiwaan dan seorang psikiater Bali, dr Anak Agung Sri Wahyuni, Sp. Kj., menjelaskan, seseorang bisa dikatakan sebagai korban kekerasan seksual mulai bayi hingga berusia lanjut. 

Wajib Tahu, Tindakan Ini Masuk Dalam Kategori Kekerasan Seksual, Jika Mengalami Ini yang Harus Dilakukan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam masyarakat, tindakan atau kategorei kekerasan seksual harus diberi pemahaman.

Tak sedikit, masyarakat tak memahami atau mengetahui jika suatu tindakan tertentu termasuk dalam kategori kekerasan seksual.

Kekerasan seksual masih menjadi isu penting yang menjadi perhatian khusus di masyarakat.

Bagaimana seseorang bisa dikatakan sebagai korban dari kekerasan seksual?

Dokter spesialis kejiwaan dan seorang psikiater Bali, dr Anak Agung Sri Wahyuni, Sp. Kj., menjelaskan, seseorang bisa dikatakan sebagai korban kekerasan seksual mulai bayi hingga berusia lanjut.

Namun, ketika seseorang tersebut sudah di atas 17 tahun atau sudah dewasa, maka bisa dikatakan sebagai korban kekerasan seksual jika tidak ada persertujuan dari satu pihak.

"Bentuk kekerasan seksual kan banyak ya. Ada pelecehan, perkosaan, pemaksaan pernikahan, pemaksaan, aborsi, dan lain sebagainya. Kalau dia tidak menyetujui dan tidak pernah setuju itu dimasukkan bentuk kekerasan seksual,"

"Apalagi yang di bawah 18 tahun itu boleh orang lain yang melapor. Kalau orang dewasa ia sendiri yang wajib melapor ketika ia mengalami kekerasa seksual. Terutama kekerasan seksual yang saat ini masih dianggap bahwa hanya pemerkosaan itu saja yang dianggap kekerasan seksual," ucap dr. A A Sri Wahyuni, Sp., Kj saat dikonfirmasi Tribun-Bali.com, Senin (8/4/2019).

Melangsir data dari hasil temuan Komnas Perempuan pada tahun 1998 hingga 2013, Komnas Perempuan mencatat terdapat 15 jenis bentuk kekerasan seksual.

15 bentuk kekerasan seksual yakni perkosaan, intimidasi seksual termasuk ancaman atau percobaan perkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan untuk tujuan seksual.

Prostitusi paksa, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan termasuk cerai gantung, pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pemaksaan kontrasepsi dan stelisasi.

Penyiksaan seksual, penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual, praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan, kontrol seksual termasuk lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama.

Pihaknya juga menuturkan hal-hal yang tidak boleh kita lakukan kepada para korban kekerasan seksual yakni tidak boleh bertanya secara berulang-ulang tentang kekerasan yang dialami dan tidak menceritakan kepada siapapun atau tetap menjaga rahasia. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved