Anak Ketua DPRD Klungkung Dituntut Satu Tahun Lantaran Narkoba

I Putu Sweta Aprilia alias To Anik (24) anak Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri

Anak Ketua DPRD Klungkung Dituntut Satu Tahun Lantaran Narkoba
kemendagri.go.id
Ilustrasi bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza). 

Anak Ketua DPRD Klungkung Dituntut Satu Tahun Lantaran Narkoba

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Putu Sweta Aprilia alias To Anik (24) anak Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (9/4/2019).

Di persidangan yang dipimpin langsung Ketua PN Denpasar, Ketua Bambang Ariputra, terdakwa Putu Sweta dituntut setahun penjara.

I Putu Sweta Aprilia dinilai terbukti menyalahgunakan narkotik.

Jaksa Gusti Rai Artini dalam surat tuntutan menyatakan, terdakwa Putu Sweta yang lulusan SMP ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotik bagi diri sendiri dengan barang bukti 0,28 gram netto.

Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Baca: Masuk Perangkap Teman di Facebook, Siswi SMP Ini Dicekoki & Digilir 4 Pria, Motornya Dibawa Kabur

Baca: Mahasiswa Ini Rajin Masuk Kamar Siswi SMA Lewat Jendela, Orangtua Korban Langsung Mengadu

Baca: Skor Akhir Persebaya Vs Arema, Makan Konate Rusak Pesta Bonek di Gelora Bung Tomo

"Menuntut, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Putu Sweta Aprilia dengan pidana penjara selama satu tahun. Dikurangi selama menjalani tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan," tegas Jaksa Rai Artini.

Diberitakan sebelumnya, Putu Sweta ditangkap lantaran diduga memiliki dua paket sabu-sabu dengan berat 0,28 gram yang dia akui dibeli dari seseorang seharga Rp 1,3 juta.

Kasus ini sempat mencuat lantaran sehari sebelum kasusnya dirilis di Polresta Denpasar pada awal Desember 2018, Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru membantah bahwa Sweta adalah putranya.

Bahkan, Wayan Baru sempat menyebutkan yang ditangkap adalah anak sepupunya.

Sedangkan anak kandungnya sendiri sedang bekerja di kapal pesiar.

Namun, setelah Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan merilis kasusnya, bahwa Putu Sweta adalah anak Ketua DPRD Klungkung, barulah Wayan Baru mengakui jika itu adalah benar anaknya. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved