Diduga Tilep Dana Kematian Pemkab Jembrana, Astawa dan Artawan Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Dalam sidang terpisah itu, kedua terdakwa dituntut masing-masing pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan

Diduga Tilep Dana Kematian Pemkab Jembrana, Astawa dan Artawan Dituntut 4,5 Tahun Penjara
Tribun Bali/I Putu Candra
Astawa dan Artawan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Keduanya dituntut 4,5 tahun penjara terkait perkara dana kematian fiktif. 

Diketahui dalam surat dakwaan dibeberkan, bergulirnya kasus korupsi santunan kematian fiktif pada Dinas Kesosnakertrans Jembrana tahun 2015, melibatkan terpidana empat tahun, Indah Suryaningsih (berkas terpisah).

Baca: Pertama Bermain Posisi Nomor 10, Paulo Sergio Cetak Satu Gol Dua Asis

Baca: Jonatan Christie Menang Susah Payah, Anthony Ginting ke Babak Kedua Singapore Open

Indah adalah pegawai seksi rehabilitasi kesejahteraan sosial pada Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kab Jembrana.

Dalam perkara ini juga melibatkan sejumlah kelian banjar di beberapa desa di Jembrana.

Saat kasus ini terjadi, terpidana Indah bertugas sebagai Verifikator Dinas Kesosnakertrans Kabupaten Jembrana.

Total anggaran santunan kematian dalam DPPA SKPD Dinkesosnakertrans tahun 2015 sebesar Rp 3.762.357.500 atau Rp 1,5 juta per warga yang meninggal.

Dari santunan yang telah direalisasikan sebanyak 2.387 penerima senilai Rp 3,580 miliar, dan ada 301 berkas yang direkayasa dan diduplikasi untuk diajukan ulang.

Selain itu ditemukan 242 pemohon senilai Rp 363 juta santunan yang diajukan dengan dokumen fiktif, dan 59 pemohon senilai Rp 88,5 juta diajukan dengan dokumen duplikasi yang diajukan oleh ketiga tersangka bersama sejumlah saksi lainnya.

Peranan terdakwa Indah menerima pembagian lebih besar, antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta dari santunan fiktif yang dicairkan tanpa proses verifikasi.

Dari hasil audit perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP Perwakilan Bali ditemukan kerugian negara Rp 451.500.000.

Terungkap, khusus untuk terpidana Indah memperoleh Rp 283.100.000.

Sedangkan terdakwa Artawan Rp 70.400.000, dan terdakwa Astawa Rp 32.700.000 juta. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved